Sapi Kurban Presiden Prabowo di Surabaya Mengamuk dan Seruduk Warga
VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Peristiwa tersebut sempat mengundang kepanikan warga yang berada di lokasi. Beruntung, sapi berhasil dikendalikan petugas pengantar dan segera diikat di kandang yang telah disiapkan panitia kurban Masjid Al-Akbar Surabaya.
Suwanto, korban dalam insiden tersebut, mengatakan saat kejadian dirinya tengah duduk bersama anak dan cucunya di bawah pohon sambil melihat hewan kurban di area masjid. Saat itu, sapi milik Presiden Prabowo baru saja diturunkan dari truk sebelum tiba-tiba mengamuk dan berlari ke arahnya.
"Saya langsung diseruduk sama sapinya. Saya enggak apa-apa, cucu saya lecet di kakinya karena jatuh. Saya panik tadi langsung saya bawa menjauh cucu saya," cerita Suwanto.
Akibat kejadian tersebut, cucu Suwanto mengalami luka lecet di bagian kaki karena terjatuh. Tidak ada korban luka serius dalam insiden itu.
Sementara itu, Humas Masjid Al-Akbar Surabaya Helmy M Noor mengatakan sapi kurban sumbangan Prabowo usianya sekitar 6 tahun dan tinggi 155,5 sentimeter dengan panjang tubuh 174 sentimeter.
“Sapi ini didatangkan dari peternak asal Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Lamongan,” kata Helmy.
Selain dari Prabowo, Masjid Al-Akbar Surabaya juga menerima sapi kurban dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Ukuran sapi yang besar menarik perhatian warga, terutama anak-anak yang datang untuk melihat langsung hewan kurban tersebut.
Sapi kurban sumbangan Presiden Prabowo bersama bantuan dari gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur dijadwalkan disembelih pada H+1 Idul adha atau Kamis (28/5/2026).
Panitia memperkirakan sekitar 2.000 paket daging kurban akan dibagikan dengan sistem jemput bola sesuai daftar keluarga miskin yang dimiliki panitia kurban Masjid Al-Akbar Surabaya.
Hingga H-1 Idul adha 1447 Hijriah, Panitia Kurban Masjid Al-Akbar Surabaya telah menerima lebih dari 30 ekor kambing dan sekitar 20 sapi kurban.(joe)
Pilihan Redaksi
NasionalMarak Penipuan Pendaftaran Titik SPPG, BGN Angkat Suara
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menegaskan secara hukum bahwa institusinya tidak pernah menjalin kerja sama dengan pihak atau organisasi mana pun terkait proses pendaftaran titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pernyataan tegas ini
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.



















