VOICE Indonesia
Daerah

Genjot Pertumbuhan Investasi, Jateng Siapkan 12 KEK Baru

Abdulloh Hilmi - VOICEIndonesia.co
Saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah pada Kamis (20/3/2025).
Saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah pada Kamis (20/3/2025).(Foto: Dok. Pemprov Jateng)

VOICEINDONESIA.CO, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan sedikitnya 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) baru untuk mendukung pertumbuhan investasi di wilayah tersebut.

"Kami siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus. Maka kita minta di-guidance (diarahkan) oleh pemerintah pusat agar bisa cepat," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat kegiatan Central Java Investment Business Forum 2026 di Semarang, Senin (11/5/2026).

Menurut Luthfi, kawasan industri dan KEK tersebut tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Cilacap, Banyumas, Sragen, Demak, dan Rembang.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan industri dan KEK merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

"Dengan guidance dari pusat kan segera cepat. Jadi, investornya ada, tempatnya sudah kita siapkan, perizinan regulasi semua dari sana, kita tinggal buat," katanya.

Pemprov Jateng, lanjut dia, akan terus mendorong sektor investasi karena memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang. Sementara sepanjang 2025, total investasi mencapai Rp110 triliun.

Luthfi menambahkan, tingginya investasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 sebesar 5,89 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang mencapai 5,61 persen.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengapresiasi langkah Jateng yang sudah menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru.

"Kawasan industri itu adalah salah satu strategi kita dalam mempercepat pertumbuhan dan realisasi investasi. Jadi saya setuju, dan ini adalah tantangan besar bagi Jateng untuk kita perbanyak jumlah kawasan industrinya," katanya.

Menurut dia, memang sudah saatnya kawasan industri di Jawa Tengah diperbanyak karena luas wilayah besar dan potensi daerahnya juga besar.

"Strategi interline logistik ini juga kita dorong untuk pengembangan infrastruktur ke arah industri. Ini tantangan besar Jawa Tengah untuk menambah kawasan industri. Kalau ada kawasan industri, perizinan akan lebih mudah dan cepat," katanya.

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.