
Pengungsi Rohingya Turun ke Jalan Pekanbaru Minta Kenaikan Biaya Hidup

VOICEINDONESIA.CO, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan mediasi untuk menyiapkan langkah koordinasi menindaklanjuti aspirasi dan tuntutan pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru yang meminta kenaikan biaya hidup dan perbaikan fasilitas.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Bobby Rachmat mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan International Organization for Migration dan United Nations High Commissioner for Refugees.
"Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas sosial sekaligus mencegah potensi konflik di tengah masyarakat," katanya di Pekanbaru, Jumat (24/1/2026).
Baca Juga: Siap-Siap! BLT PKH dan BNPT Mulai Cair Februari 2026Mediasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari unjuk rasa yang dilakukan sejumlah pengungsi Rohingya beberapa waktu lalu.
Dalam aksi tersebut, para pengungsi menyampaikan keluhan terkait bantuan biaya hidup dan kondisi fasilitas tempat tinggal.
Bobby mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan IOM agar hal tersebut dapat disosialisasikan terlebih dahulu kepada para pengungsi guna memitigasi timbulnya konflik sosial di masyarakat.
Baca Juga: Program MBG Diusulkan Punya Kanal Pengaduan Publik Real Time"Penanganan pengungsi diharapkan dilakukan dengan memperhatikan aspek kemanusiaan sekaligus kondisi masyarakat sosial setempat. Melalui koordinasi dan mediasi ini diharapkan aspirasi pengungsi dapat dipahami dan dicari solusi tanpa dapat menimbulkan dampak sosial di daerah," ujarnya.
Sebelumnya, sekitar seratusan pengungsi Rohingya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bandar Serai, Komplek MTQ Pekanbaru.
Para pengungsi membentangkan spanduk berisi sejumlah tuntutan, di antaranya bantuan medis mendesak, dukungan tunai yang memadai, pendidikan bagi anak-anak Rohingya, tempat tinggal dan kondisi hidup yang layak, serta akses transportasi ke layanan publik.
Dalam aksi tersebut, salah seorang demonstran bernama Nuriamin menyampaikan bahwa bantuan bulanan saat ini sebesar Rp1,05 juta untuk individu, Rp1,7 juta untuk keluarga, dan Rp2,3 juta untuk keluarga satu anak.
"Dengan uang begitu kami tidak bisa mencukupi kebutuhan," ujarnya. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton! Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.


