VOICE Indonesia
Ekonomi

Ekonom Yakin Rupiah Bisa Kembali Menguat, Ini Penjelasannya

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co28 Mei 2026 pukul 20.11 WIB
Tampilan layar perdagangan nilai tukar USD/IDR terlihat di belakang tumpukan uang rupiah dalam ilustrasi kondisi pelemahan rupiah.
Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah tekanan pasar global.(Foto: Voiceindonesia.co)
Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Di tengah rupiah yang masih tertekan di level Rp17.800 per dolar AS, ada secercah harapan dari kalangan ekonom. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian meyakini rupiah punya ruang penguatan yang cukup besar, asalkan bauran kebijakan fiskal dan moneter berjalan sinkron dan seimbang.

Fakhrul memperkirakan rupiah bisa kembali menguat ke kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS jika koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia solid. Ia menilai level rupiah saat ini tidak mencerminkan kapasitas ekonomi Indonesia yang sesungguhnya.

Iklan
Temukan lebih banyak
Referensi Geografis
Peta
Panduan Kota & Daerah

"Level rupiah saat ini menurut saya terlalu lemah dibanding kapasitas ekonomi Indonesia sebenarnya," kata Fakhrul di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Fakhrul menegaskan beban stabilisasi rupiah tidak bisa ditanggung BI sendirian. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci, karena pengetatan dari sisi moneter tidak akan efektif jika langkah fiskal dan komunikasi kebijakan pemerintah belum searah.

"Kalau BI sudah mengetatkan kebijakan, tetapi fiscal stance dan komunikasi kebijakan belum sinkron, maka tekanan terhadap rupiah tetap besar," kata dia.

BI sebelumnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin ke level 5,25 persen. Langkah ini dinilai Fakhrul penting untuk memulihkan kredibilitas bank sentral dan menjaga kepercayaan pasar terhadap komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah dan inflasi jangka menengah.

Fakhrul juga menyebut BI mulai kembali ke pendekatan pre-emptive dan front loading seperti yang pernah diterapkan pada era 2018, sebuah sinyal positif yang diharapkan bisa meredam tekanan terhadap nilai tukar dalam waktu dekat.

Pilihan Redaksi

Daerah 3T Jadi Prioritas Bangun Sekolah Baru, Listrik Tenaga Surya DisiapkanNasional

Daerah 3T Jadi Prioritas Bangun Sekolah Baru, Listrik Tenaga Surya Disiapkan

Sintia Nur Afifah·28 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#Ekonomi

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Ekonomi

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->-->