VOICE Indonesia
Ekonomi

Di Tengah Fenomena El Nino, Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga Juli 2027

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman hingga Juli 2027 di tengah ancaman fenomena El Nino.

Ketahanan stok pangan ini ditopang oleh puncaknya penyerapan hasil panen petani serta pencapaian target penugasan pemerintah yang melampaui 100 persen.

"Saat ini realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) Perum Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton," kata Ahmad Rizal Ramdhani di Sidoarjo, dikutip Selasa (13/10/2026).

Ia menerangkan bahwa terjaganya pasokan dalam negeri dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah sebagai sarana intervensi guna menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga beras di pasar.

"Ketersediaan stok itu langsung dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas," katanya.

Ahmad Rizal membeberkan bahwa strategi penyerapan beras secara masif yang melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas berhasil mendorong puncak cadangan beras Bulog hingga mencapai angka puluhan juta ton secara kumulatif nasional.

"Sehingga stok kami sampai kemarin di pertengahan September itu puncaknya 5,4 juta ton. Tujuannya untuk bisa cadangan umum kita bisa bagi-bagi beras ke masyarakat," katanya.

Rizal menguraikan bahwa stok fisik di gudang Bulog saat ini tercatat sekitar 4,5 juta ton. Jika dikombinasikan dengan persediaan beras di masyarakat (restoran, rumah tangga, dan pedagang) sekitar 10 juta ton, serta proyeksi hasil panen (standing crop) pasca-penyesuaian ancaman El Nino sebesar 9–10 juta ton, maka total ketersediaan beras Indonesia mencapai 24,5 juta ton.

Dengan konsumsi masyarakat Indonesia yang berada di kisaran 2,2 juta ton per bulan, ketersediaan beras nasional diproyeksikan bertahan hingga pertengahan tahun depan sebelum memasuki puncak panen berikutnya.

"Nah, kalau 10 juta ton ditambah 10 juta ton ditambah 4,5 juta ton kan 24,5 juta ton. Kebutuhan makan orang Indonesia per bulan itu 2,2 juta ton," katanya.

"Bulan Juli 2027 itu baru 22 juta ton. Kita punya 24 juta ton kan. Nah, sampai Juli 2027 itu baru hampir habis. Kita masih ada stok lebih kurang 2 juta ton," katanya.

Mengingat siklus puncak panen raya mendatang diproyeksikan berlangsung pada Maret atau April 2027, Bulog mengimbau publik untuk tidak panik terkait ketersediaan pangan.

"Ini adalah indikasi Indonesia swasembada pangan berkelanjutan di 2026," katanya. (af)

Pilihan Redaksi

Pemerintah Siapkan Psikolog Gratis Layani PMI di Luar NegeriPekerja Migran Indonesia

Pemerintah Siapkan Psikolog Gratis Layani PMI di Luar Negeri

S Nurafifa· 13 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.