VOICEINDONESIA.CO, Bitung – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mendorong peningkatan ekspor perikanan di Sulawesi Utara (Sulut) diikuti dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan lokal.
Menurutnya, keberhasilan sektor perikanan tidak cukup diukur dari volume dan nilai ekspor, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat pesisir.
Hal tersebut disampaikan Johan saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (9/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV meninjau aktivitas bongkar muat ikan tuna di salah satu sentra pendaratan tuna terbesar di Indonesia.
Johan menilai, peningkatan kualitas produk perikanan menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya saing ekspor.
Namun, upaya tersebut perlu disertai keterbukaan pemerintah daerah, pihak pelabuhan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mengidentifikasi persoalan yang dihadapi sektor perikanan.
“Menilai ekspor yang bagus dengan meningkatkan grade C jadi B, B menjadi A, kira-kira seperti itu. Pihak Pelabuhan ataupun KKP secara institusi harus terbuka apa yang menjadi persoalan kita,” ujar Johan.
Selain meningkatkan kualitas produk, Johan mengingatkan agar pertumbuhan ekspor memberikan dampak nyata bagi nelayan.
Ia menegaskan, keberhasilan produk perikanan memasuki pasar internasional seharusnya turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
“Jangan sampai ikannya masuk pasar ekspor, tetapi kemudian masyarakatnya tidak mendapatkan tambahan kesejahteraan,” tegas Legislator Fraksi PKS tersebut.
Johan mengatakan, sejumlah persoalan yang mengemuka dalam kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pendalaman Komisi IV DPR RI.
Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan melalui rapat kerja bersama KKP agar persoalan di sektor perikanan dapat ditindaklanjuti.
“Tadi sudah ada tiga pertanyaan penting yang akan ditunjukkan oleh pimpinan, dan itu akan coba kita evaluasi dan kita dalami dalam rapat-rapat kerja Komisi IV bersama KKP,” pungkasnya. (af)



























