
Belasan Calon PMI Ilegal Diamankan di Lumajang, Dijanjikan Kerja di Arab

Lumajang - Belasan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga ilegal diamankan di salah satu rumah warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir Lumajang pada Selasa (7/3).
Sekitar 17 perempuan calon PMI berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu rencananya akan diberangkatkan ke negara kawasan Timur Tengah oleh tekong atau calo PMI yang merupakan sepasang suami istri, warga Desa Sukorejo Lumajang.
Salah satu calon PMI berinisial A mengatakan, dirinya bersama calon PMI lainya melakukan perjalanan sehari semalam menggunakan kapal laut. Setelah itu melanjutkan perjalanan darat dan tiba di Lumajang. Dia menginap di rumah penampungan selama sepuluh hari.
“Kami menginap dulu di penampungan. Saya ditawari kerja di arab,” katanya, Selasa (7/3/2023).
Baca jua : BP2MI Deteksi Jalur Baru Penyelundupan TKI Ilegal ke Luar Negeri
Pekerja Sosial (Poksos) Kementerian Sosial di Lumajang Haz Khoirunnisa mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan asesmen awal. Hingga saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak kepolisian.
"Apakah nanti mereka dipulangkan atau seperti apa, masih masih terus berkordinasi,”katanya
Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang Madiono mengatakan, penggerebakan dan pengaman calon PMI yang tidak prosedural ini bagian dari upaya pencegahan tindak pidana perdagaan manusia.
“Banyak hal yang telah dilanggar dari tekong atau pelaku yang menjadi calon pengiriman PMI illegal ini. Selain Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO, ada juga UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Pelaku dalam hal ini harus ditindak tegas,” tegasnya.
Terkait calon PMI, dia menilai belasan PMI itu menjadi korban calon PMI tidak prosedural. Untuk itu, pihaknya bakal bersinergi dengan Polres Lumajang, Dinas Tenaga Kerja dan Imigrasi, Dinas Sosial P3A Lumajang hingga Dinas Sosial Provinsi.
“Ini sudah lintas provinsi, kita akan mengawalnya hingga selesai,”ujarnya.
Octareno
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga




Persoalan Geopolitik Makin Kompleks, Industri Maritim Nasional Wajib Diperkuat
7 Juli 2026 pukul 21.13
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
