
Kembali Digagalkan Imigrasi Soetta, Calon PMI Ilegal Capai 1.662 Dalam Lima Bulan Terakhir
Jakarta - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta (Soetta) kembali mengagalkan 10 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Ileggal yang diduga akan diberangkatkan bekerja ke Arab Saudi pada Sabtu, 13 Mei 2023.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta, Muhammad Tito Andrianto mengatakan, pihaknya telah mengagalkan sebanyak 1.662 calon PMI Ilegal yang bakal diberangkatkan ke berbagai negara dalam kurun waktu lima bulan terkahir.
Menurutnya, pemberangkatan calon PMI Ilegal berhasil digagalkan berkat kolaborasi antar stakeholder terkait.
"Kami hasil kolaborasi dengan BP2MI dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka penundaan keberangkatan calon PMI diduga bekerja secara ilegal," kata Tito saat ditemui di Shelter P4MI Bandara Soetta, Kota Tangerang, Selasa (16/5/2023).
Tito menuturkan, data pencegahan pemberangkatan PMI Ilegal yang jumlahnya mencapai ribuan orang tersebut terhitung sejak periode 1 Januari hingga 16 Mei 2023, dengan rincian sebagai berikut, pada Januari 2023 Imigrasi Soeta berhasil menggagalkan sebanyak 212 pekerja migran ilegal. Bulan Februari 2023 sebanyak 415 PMI, bulan Maret 2023 sebanyak 530 PMI Ilegal oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta.
"Kemudian untuk April 2023 sebanyak 307 penundaan, dan tanggal 1 sampai 16 Mei 2023 sebanyak 198 penundaan PMI Ilegal," pungkasnya.
Sementara itu Sekretaris Utama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Rinardi mengatakan dari ribuan PMI non-prosedural tersebut, negara Arab Saudi jadi tujuan favorit mereka untuk bekerja secara ilegal.
Bukan tanpa alasan, lantaran banyak aturan di Arab Saudi yang memudahkan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Negara favorit para pekerja, umumnya adalah Arab Saudi. Karena Arab cukup butuh visa umrah, ziarah. Kalau sudah habis masa berlaku tadi 30 hari enggak pulang, overstay gitu enggak masalah," papar Rinardi.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga




Persoalan Geopolitik Makin Kompleks, Industri Maritim Nasional Wajib Diperkuat
7 Juli 2026 pukul 21.13
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
