
Projo Turun Tangan Bela Menteri Koperasi Budi Arie di Kasus Judi Online

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Projo membela mati-matian Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi yang namanya disebut dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus suap pengamanan situs judi online (judol) dengan nomor perkara PDM-32/JKTSEL/Eku.2/02/2025 yang dibacakan Rabu (14/5/2025).
Handoko, Sekretaris Jendral Projo, meminta masyarakat melihat kinerja Budi Arie selama menjabat Menkominfo. Menurut dia, banyak media yang telah membuat berita dengan framing jahat terhadap Budi Arie berdasarkan surat dakwaan padahal dakwaan JPU tidak menyebutkan Budi Arie mengetahui maupun menerima uang sogokan tersebut.
"Publik bisa mengecek fakta dan pemberitaan bagaimana Budi Arie berada di garis depan memberantantas judi online selama menjabat Menkominfo," kata Handoko dalam keterangannya, Senin (19/5/2025).
Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU, Budi masih berstatus sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika era Joko Widodo. Dia disebut mendapat jatah 50 persen dari keseluruhan website yang dijaga dengan tarif Rp8 juta per website.
"Bahwa kemudian Terdakwa I Zulkarnaen Apriliantony, Terdakwa II Adhi Kismanto, dan Terdakwa IV Muhrijan alias Agus kembali bertemu di Cafe Pergrams Senopati untuk membahas mengenai praktik penjagaan website perjudian online di Kemenkominfo dan tarif sebesar Rp. 8.000.000,- per website serta pembagian untuk Terdakwa II Adhi Kismanto sebesar 20%, Terdakwa I Zulkarnaen Apriliantony sebesar 30% dan untuk Sdr. Budi Ari Setiadi sebesar 50% dari keseluruhan website yang dijaga," dalam salah satu poin dakwaan tersebut.
Dalam surat dakwaan, Budi memberikan arahan untuk tidak melakukan penjagaan website perjudian pada 19 April 2024.
Zulkarnaen dan Adhi Kismanto menemui Budi Arie di rumah dinasnya di Widya Chandra, Jakarta Selatan. Keduanya meminta Budi Arie berkantor di lantai delapan kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat. Budi Arie mengabulkan permintaan itu.
Pada bulan yang sama, Adhi Kismanto bersama seseorang bernama Samsul menemui Zulkarnaen di salah satu restoran di Jakarta Selatan. Zulkarnaen menyebutkan penjagaan website perjudian telah diketahui Budi Arie.
Akan tetapi, Zulkarnaen mengaku operasional website perjudian tetap dapat dilakukan. Pasalnya, Zulkarnaen kala itu mengaku sebagai teman dekat Budi Arie.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga



Persoalan Geopolitik Makin Kompleks, Industri Maritim Nasional Wajib Diperkuat
7 Juli 2026 pukul 21.13

Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
