Jemaah Indonesia Alami Kelaparan Sembilan Jam di Mina
VOICEINDONESIA.CO, Makkah โ Anggota Timwas Haji DPR RI Selly Andriany Gantina mengungkapkan ada jemaah yang terbengkalai di dalam tenda tanpa asupan makanan dalam waktu yang sangat lama hingga akhirnya jatuh sakit.
"Ada beberapa jemaah yang sudah sembilan jam berada di dalam tenda tidak mendapatkan fasilitas makan. Akhirnya para lansia drop. Tentu saja ini menjadi perhatian dari DPR," tegas Selly, Jumat (29/5/2026).
Selly juga menyoroti kondisi toilet yang sanitasinya sangat buruk serta ketersediaan air bersih yang tidak memadai, padahal jemaah sangat membutuhkannya untuk keperluan wudu. Ia mendesak pihak syarikah yang bekerja sama dengan Kidana untuk benar-benar memenuhi komitmen pelayanannya kepada pemerintah Indonesia.
Sebagai solusi jangka pendek, Selly mendorong agar jemaah berisiko tidak dipaksakan mabit di tenda Mina dan sebaiknya dikembalikan ke hotel di Makkah melalui skema tanazul.
"Kalau memang sekiranya ini menjadi masalah, kenapa jemaah tidak ditanazulkan saja sehingga tidak menjadi beban. Jangan sampai mereka terbebani, tidak mendapatkan makanan, sakit di dalam tenda, dan tidak mendapat fasilitas kesehatan yang layak," pungkasnya.
Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Timwas Haji Marwan Dasopang menegaskan persoalan Mina tidak boleh terus dibiarkan berulang. Ia mendorong pemerintah mulai mempertimbangkan formula baru termasuk pembangunan tenda bertingkat, seiring keterbatasan lahan yang tidak memungkinkan perluasan area Mina.
Marwan memperkirakan sekitar 60 ribu dari total 201 ribu jemaah Indonesia berpotensi mengikuti skema tanazul, yang jika diterapkan akan membuat ruang di Mina jauh lebih longgar dan manusiawi bagi jemaah yang tetap berada di tenda.
"Persoalan Mina tidak boleh dibiarkan berulang tanpa solusi. Kita harus berani mencari terobosan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia," tegasnya.
Pilihan Redaksi
Program 3 Juta Rumah Mulai Bergerak, 129.000 Hektare Lahan Disiapkan
Pemerintah terus mengakselerasi Program 3 Juta Rumah. Dua langkah besar sekaligus disiapkan: digitalisasi penuh program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan penyiapan lahan skala besar dari Kementerian ATR/BPN untuk pembangunan rumah susun dan kota satelit.
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
โ ๏ธ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.









