VOICEINDONESIA.CO, Paris – "Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo," ujar Macron dalam pernyataan bersama yang dilansir Jumat (29/5/2026).
Di bidang pertahanan, Macron menyoroti kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai bukti nyata hubungan strategis yang terus berkembang. Ia menegaskan diskusi hari itu sekaligus menjadi bukti keinginan kedua negara untuk terus melangkah maju di jalur kerja sama pertahanan.
"Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini," katanya.
Di sisi ekonomi, Macron mendorong agar perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa segera diberlakukan guna mempercepat arus perdagangan di sektor transportasi, kesehatan, transisi energi, hingga pertahanan. Ia juga menyambut baik rencana investasi Danantara sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara, serta mengapresiasi dibukanya pasar Indonesia bagi sektor peternakan sapi perah dan sapi daging asal Prancis.
Di bidang budaya dan pendidikan, Macron menegaskan Prancis ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, dan talenta dari Indonesia. Kerja sama ini mencakup sektor permuseuman, sastra, perfilman, mode, hingga kolaborasi ilmiah dan universitas dalam kerangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.
Dalam isu internasional, Macron memberikan penghormatan atas posisi Indonesia yang dinilai berani mendorong perdamaian di Timur Tengah, termasuk pengakuan Palestina dan keterlibatan tentara Indonesia dalam menjaga perdamaian di Lebanon. Terkait Asia Tenggara, Macron menegaskan ASEAN memiliki posisi penting dalam strategi Indo-Pasifik Prancis dan Uni Eropa, dan Prancis siap terus bersinergi dengan Indonesia menghadapi berbagai tantangan global.



























