
Catat! Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan Macron

VOICEINDONESIA.CO, Paris – Prabowo tiba di Les Invalides sekitar pukul 15.30 waktu setempat dengan setelan jas abu-abu dan peci hitam, disambut langsung Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu. Ia kemudian bertolak menuju Istana Elysee dengan pengawalan 146 pasukan berkuda dan 27 personel motoris Prancis, didampingi putranya Didit Hediprasetyo serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yakni Menlu Sugiono, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri Investasi Rosan Roeslani, dan Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar.
Di bidang pertahanan, kedua negara membahas penguatan kerja sama yang selama ini sudah berjalan. Prabowo menilai hubungan pertahanan Indonesia dan Prancis berada di jalur yang sangat baik dan perlu terus diperkuat seiring situasi global yang kian tidak menentu.
Dari sisi ekonomi, kedua negara menyambut baik pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council sebagai wadah penguatan investasi dua arah. Prabowo menegaskan Indonesia sangat mengharapkan partisipasi perusahaan-perusahaan Prancis dalam perekonomian Indonesia, seiring posisi Prancis sebagai pemimpin Eropa yang dinilai penting di kawasan Asia Tenggara.
Di bidang pendidikan, Prabowo mengeluarkan instruksi mengejutkan agar seluruh jenjang sekolah di Indonesia mulai mengajarkan bahasa Prancis. Kerja sama sains, teknologi, dan riset juga disebut berjalan sangat baik dan akan terus ditingkatkan.
"Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," ungkap Prabowo.
Isu Palestina turut mengemuka dalam pertemuan ini. Prabowo dan Macron sama-sama mendukung solusi dua negara demi kemerdekaan Palestina. Keduanya sepakat bahwa stabilitas Timur Tengah berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global.
"Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina," tegas Prabowo.
Prabowo juga memuji kepemimpinan Macron yang dinilainya berani mengambil sikap tegas sesuai prinsip-prinsip Republik Prancis. Menurutnya, dalam beberapa hal Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sama, termasuk soal pentingnya perdamaian dunia dan tatanan multipolar yang seimbang.
Prabowo turut menyoroti frekuensi kunjungannya ke Prancis yang terbilang tinggi. Sepanjang 2026 saja ia sudah tiga kali berkunjung, belum termasuk kunjungan pada Juli 2025 saat Indonesia diundang mengikuti parade Bastille Day. Ia menyebut undangan-undangan itu sebagai kehormatan luar biasa, bahkan menyebut Indonesia mungkin menjadi negara Asia pertama yang ikut defile di benua Eropa.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



