Panas Ekstrem di Makkah! Jamaah Haji RI Dilarang Lempar Jumrah Jam Segini
VOICEINDONESIA.CO, Makkah – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi resmi mengeluarkan kebijakan larangan melempar jumrah bagi jamaah haji Indonesia pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah mengingat kondisi cuaca yang sangat terik serta tingginya tingkat kepadatan di area jamarat pada rentang waktu tersebut.
"Seluruh jamaah haji agar mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan, bahwa pukul 10.00 pagi ini hingga pukul 14.00 untuk tidak bergerak keluar tenda," ujar Ketua PPIH Arab Saudi sekaligus Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heryawan di Makkah, Kamis (28/5/2026).
Ian menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Kementerian Haji Arab Saudi yang peduli terhadap keamanan seluruh jamaah, khususnya dari Indonesia.
Menyikapi aturan tersebut, PPIH telah menginstruksikan seluruh jajaran petugas di lapangan untuk mengawal pelaksanaannya secara ketat, di mana jamaah diwajibkan tetap berada di dalam tenda dan mematuhi rencana pergerakan kerumunan yang telah disetujui.
"Kepatuhan akan dipantau dan dievaluasi secara ketat," kata Ian.
Pengawasan tersebut akan dilakukan langsung oleh Misi Haji bersama penyedia layanan guna memastikan perlindungan maksimal di lapangan.
Larangan waktu krusial ini diberlakukan di tengah rangkaian ibadah pasca-jutaan jamaah menyelesaikan lempar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah kemarin, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi lempar jumrah pada Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah).
Selain mematuhi jam aman yang telah dilarang tersebut, PPIH juga mengimbau jamaah haji Indonesia untuk menerapkan strategi aman selama berada di area jamarat.
Jamaah sangat disarankan untuk tidak memaksakan diri berdesakan dengan jamaah dari negara lain, menjaga stamina agar tidak kelelahan, serta selalu mengikuti arus pergerakan yang ada demi menghindari benturan arus di tengah kerumunan massa. (af)
Pilihan Redaksi
NasionalAkses Dunia Kerja bagi Anak Muda Masih Hadapi Tantangan
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengakui bahwa pelatihan kerja belum merata di tengah percepatan transformasi ekonomi digital. Menurutnya, era digital saat ini menuntut adanya peningkatan keterampilan serta akses kesempatan kerja yang setara bagi seluruh lapisan masyar
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
















