
BP2MI Berharap Pemerintah Ke Depan Lebih Perhatikan Isu Pekerja Migran

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengharapkan pemerintahan ke depan lebih memerhatikan isu pekerja migran Indonesia (PMI), salah satunya terkait dengan pembiayaan.
"Harapnya adalah pembebasan biaya PMI yang berangkat secara resmi benar-benar menjadi komitmen pemerintah, siapapun presidennya," ujar Benny di sela pelepasan PMI ke Korea Selatan dan pembekalan calon PMI ke Jerman dengan skema penempatan pemerintah di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan pekerja migran Indonesia merupakan orang-orang kompeten yang menangkap peluang kerja di luar negeri, yang berkontribusi pada berkurangnya angka pengangguran di Tanah Air.
Baca Juga : Kerjasama Penempatan PMI ke Jepang, BP2MI Terima Kunjungan Pemerintah Jepang
"Itu menguntungkan pemerintah. Angka pengangguran jelas berkurang. Artinya negara harus bersyukur ada anak-anak bangsa yang berpikir bukan cuma kerja di Indonesia, tapi juga di luar negeri," katanya
Ia menambahkan dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2 menyebutkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
"PMI menangkap peluang kerja di luar negeri. Ya, negara harus menyiapkan fasilitasnya. Caranya membebaskan biaya penempatan, biaya asuransi BPJS, transportasi, visa, medical check up, dan tiket terbang untuk mereka jalan ke negara penempatan," katanya.
Baca Juga : Kepala BP2MI: Berantas Sindikat Penempatan Ilegal PMI Masih jadi Program Prioritas
Menurut Benny, negara harus dapat melakukan itu karena pekerja migran Indonesia merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara.
"Kalau PMI berangkat sebanyak 270.000 per tahun negara hanya mengeluarkan Rp8,2 triliun. Sementara itu PMI menyumbang devisa ke negara sebesar Rp159,6 triliun," ujarrnya.
Dalam kesempatan itu, Benny juga menyampaikan bahwa BP2MI pada hari ini (22/1) melepas sebanyak 266 pekerja migran Indonesia ke Korea Selatan dengan skema Government to Government.
"Sebanyak 114 PMI bekerja di sektor manufaktur dan 152 PMI di sektor perikanan, terdiri dari 262 laki-laki dan empat perempuan," tuturnya.
Benny berpesan kepada seluruh pekerja migran Indonesia yang akan berangkat itu untuk menjaga nama baik Indonesia.
"Tren penempatan PMI mengalami kenaikan, ini harus kita jaga," katanya. (*)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



