VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Pelabuhan meluncurkan sistem digital yang memungkinkan lebih dari 86 ribu pekerja pelabuhan di 120 koperasi primer seluruh Indonesia memantau jadwal kerja dan hak-hak mereka secara online. Transformasi digital ini hadir di tengah modernisasi pelabuhan yang mulai menggantikan pekerjaan manual dengan mesin otomatis seperti Automated Guided Vehicles dan Automated Stacking Cranes.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menjelaskan sistem digital Inkop TKBM membuat seluruh proses kerja termasuk data pekerja dan keuangan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau anggota maupun pengurus.
"Digitalisasi ini memastikan penyaluran tenaga kerja berjalan secara adil dan merata, sekaligus memudahkan anggota memantau jadwal kerja dan hak-hak mereka secara online," kata Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Afriansyah juga menegaskan penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja harus tetap menjadi prioritas utama di sektor bongkar muat yang memiliki risiko kecelakaan tinggi. Perlindungan jaminan sosial dan penyediaan alat pelindung diri yang layak tidak boleh dikesampingkan.
"Perlindungan jaminan sosial, penyediaan alat pelindung diri yang layak, serta penerapan budaya K3 harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar," ujarnya.
Ketua Umum Inkop TKBM HM Nasir menyatakan program digitalisasi ini merupakan komitmen berkelanjutan yang akan diterapkan di seluruh jaringan koperasi TKBM se-Indonesia dalam satu tahun ke depan. Transformasi ini juga mendukung pengembangan lini bisnis koperasi lainnya seperti simpan pinjam, leasing sepeda motor, minimarket, klinik kesehatan, perumahan, perkebunan kelapa sawit, dan peternakan.
"Kami terus mendorong transformasi koperasi melalui peningkatan kualitas SDM, digitalisasi layanan, pengawasan, serta pengembangan usaha yang produktif sesuai kebutuhan wilayah masing-masing," tegasnya.















