
Bayi PMI Ditinggal Gegara Persalinan Mahal di Malaysia, SBMI Dampingi Proses Pemulangan

VoiceIndonesia.co - Pihak Rumah Sakit di Malaysia menyerahkan anak berinisial AK ke pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Baru.
AK merupakan anak ditinggal di Rumah Sakit di Malaysia pasca melahirkan oleh ibu-nya disebabkan tidak memiliki uang untuk membayar persalinan.
Pihak Rumah Sakit menyerahkan AK saat berumur tiga bulan kepada KJRI Johor Baru.
Dikutip dari laman SBMI, Kamis, 14 September 2023, Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Buruh Migran Indonesia (DPW SBMI) Jawa Timur melakukan pendampingan terhadap pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada 28 Agustus 2023.
Ketua DPW SBMI Jawa Timur, Endang Yulianingsih atau yang biasa disapa Yuli menjelaskan bahwa penyerahan bayi diterima oleh Neneknya selaku pihak keluarga.
Ia menjelaskan bahwa penelantaran ini diakibatkan biaya persalinan yang tinggi di Malaysia bagi PMI.
📖 Baca Juga ↗161 PSN Rampung, Jokowi Targetkan Sisanya Selesai pada Semester I 2024SBMI juga melihat bahwa biaya kesehatan di Negara Penempatan sangat tinggi bagi PMI, bahkan biaya bisa lebih mahal tiga kali lipat dari seharusnya.
“Kami sangat berharap apa yang terjadi kepada AK tidak terjadi lagi pada anak-anak lainnya. Seharusnya Negara bisa selalu hadir untuk membantu PMI yang bermasalah di luar negeri kepada PMI baik prosedural ataupun tidak prosedural. Hal ini sudah menjadi tanggung jawab negara,” pungkas Yuli.
Pemulangan AK diserahkan oleh perwakilan KJRI Johor Baru, Fransisca Suryaningsih. Selanjutnya diserahkan di Helpdesk UPT Perlindungan dan Pelayanan Tenaga Kerja yang berada di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Pemulangan Anak PMI diserahkan dengan dihadiri oleh kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi (Disnakertrans) Jawa Timur, Disnaker Kabupaten Malang, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, DP3AK Kabupaten Malang, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur serta dihadiri oleh DPW SBMI Jawa Timur.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



