
Benny Rhamdani Sebut Korban TPPO Mulai Sentuh Masyarakat Berpendidikan Tinggi

Jakarta – Benny Rhamdani menyoroti kasus korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kini mulai memakan korban yang sudah berpendidikan tinggi.
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia itu menjelaskan bahwa kasus yang baru saja terjadi seperti di Myanmar, rata-rata adalah D3 atau S1.
“Menariknya misalnya hari ini, secara mutakhir, mereka yang menjadi korban pelaku TPPO bukan lagi mereka yang dikatagorikan berpendidikan rendah atau tidak memiliki akses informasi,” kata Benny dalam acara FMB9 Deklerasi ASEAN Melindungi Pekerja Migran melalui daring, Jakarta, Senin (15/05/23).
Mereka ditempatkan secara ilegal melalui iming-iming mendapatkan gaji bertarif tinggi dengan cara yang cepat, meski mengetahui akan diberangkatkan secara tidak resmi, yakni menggunakan visa turis, visa umroh atau ziarah ke Timur Tengah.
Benny juga menjelaskan bahwa mereka yang bekerja resmi di negara-negara penempatan harus mengikuti apa yang dipersyaratkan oleh undang-undang kita.
“Tidak sekedar mereka harus mengikuti pendidikan dan pelatihan tidak sekerdar harus mereka dibuktikan dengan kompeten atau bersertifikat kompetensu,” kata Benny.
Benny meminta persoalan ini agar dikawal oleh pemerintah dengan benar. Berdasarkan data BP2MI secara by name by address jumlah PMI yang secara resmi bekerja di Malaysia ada 1.3244.102 orang pada sektor perkebunan, operator hingga sektor domestik.
Kemudian di Singapura kurang lebih 322 ribu orang, Thailand 4.000 orang untuk bidang konveksi dan pelaut 92.000 orang di Brunei Darussalam untuk bekerja domestik dan general worker, serta Myanmar kurang lebih 1.016 orang.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



