
BP2MI Fasilitasi Kepulangan 30 PMI dari Suriname

VOICEINDONESIA,JAKARTA - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Amerika dan Pasifik menyambut kedatangan sebanyak 30 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdiri dari 25 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan lima PMI dari Suriname di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022).
Seluruh PMI tersebut pulang karena sudah menyelesaikan kontrak kerja (finish contract) dan pemulangan ini bersifat mandiri. Dari total 30 orang, 25 orang bekerja sebagai ABK perikanan di Perusahaan Gilontas Ocean Panama S.A Suriname dan lima orang PMI bekerja di Perusahaan Kayu Garapa Woods N.V. Semula direncanakan total PMI yang pulang sebanyak 33 PMI, namun tiga orang terpapar Covid-19 melalui hasil tes Swab yang dilakukan sebagai persyaratan penerbangan.
Direktorat Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Amerika bersama UPT BP2MI Wilayah Banten menyambut dan melakukan pendataan di Help Desk BP2MI Bandara Soekarno-Hatta.
“Selamat atas selesainya menjalankan kontrak kerja di luar negeri, dan yang membahagiakan dalam beberapa hari ke depan selamat berkumpul kembali dengan keluarga. Jika nantinya ada kendala dalam pemenuhan hak teman-teman para ABK PMI, silakan dapat berkomunikasi dengan menghubungi call center BP2MI di 0800-1000," ujar Koordinator Pelindungan Kawasan Amerika, Tenny Johansen.
Tenny mengatakan, selanjutnya para PMI tersebut akan menjalani karantina di Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, selama tujuh hari sesuai dengan aturan Satgas Covid-19.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada KBRI Paramaribo, Direktorat PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, serta seluruh pihak lainnya, sehingga proses kembalinya para pahlawan devisa ini dapat berjalan dengan lancar," tutup Tenny. (**)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



