VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

BP2MI: SISKOP2MI Berikan Pelindungan dan Pengawasan Bagi Pekerja Migran Indonesia

Afifah - VOICEIndonesia.co
BP2MI: SISKOP2MI Berikan Pelindungan dan Pengawasan Bagi Pekerja Migran Indonesia
BP2MI: SISKOP2MI Berikan Pelindungan dan Pengawasan Bagi Pekerja Migran Indonesia

Serang - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Banten mengadakan kerja sama untuk mensosialisasi layanan penempatan pekerja migran Indonesia guna mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kedua instansi pemerintah di bidang ketenagakerjaan ini menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Transisi Layanan Sistem Informasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia, di Aula Disnakertrans Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (20/6/2023).

Kegiatan yang dihadiri oleh 70 peserta dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang beroperasi diwilayah Banten ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Utama BP2MI, Rinardi.

Rinardi mengatakan, bahwa akan ada peralihan aplikasi penempatan Pekerja Migran Indonesia dari SISKOTKLN menuju SISKOP2MI per tanggal 16 Juli 2023 dan di lapangan masih ditemui kendala teknis seperti tahapan awal pendaftaran dan tahapan pendaftaran Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP).

Rinardi juga menyampaikan, sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam proses transisi menuju sistem informasi penempatan Pekerja Migran Indonesia yang baru di wilayah Banten.

Diharapkan kerjasama dengan P3MI akan semakin diperkuat untuk memberikan perlindungan dan pengawasan yang lebih baik bagi Pekerja Migran Indonesia di wilayah Banten.

Provinsi Banten saat ini, lanjut Rinardi, berada dalam kondisi yang dilematis. Warga Banten memiliki minat yang cukup tinggi untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia, namun di sisi yang lain masih banyak calo yang memberi iming-iming memberikan kemudahan proses dalam pemberangkatan bekerja ke luar negeri.

Lebih lanjut Rinardi menyebutkan, salah satu solusi yang diberikan untuk menangani kejahatan kemanusiaan itu adalah melalui skema Private to Private (P to P) di mana Pekerja Migran Indonesia ditempatkan melalui P3MI yang berada dibawah binaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan BP2MI.

"Kepada P3MI, ayo kita memberikan edukasi kepada calon Pekerja Migran Indonesia tentang amannya berangkat secara prosedural, dan dengan kemudahan penggunaan SISKOP2MI dan SIAP KERJA semoga bisa memudahkan proses penempatan", ujar Rinardi.

Sementara itu Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Septo, mengatakan pihaknya memiliki target penempatan sektor formal pekerja migran yang besar untuk kawasan Timur Tengah dan Asia, khususnya Jepang.

"Tetapi kami terkendala dengan penempatan nonprosedural ini, sehingga kami berharap dengan beralihnya sistem ini dapat memberikan kontribusi yang besar bagi Pekerja Migran Indonesia secara procedural,” ucap Septo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Eropa Dan Timur Tengah, Sukarman; Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Amerika Pasifik, Mocharom Ashadi; Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Yana Anusasana; Kepala BP3MI Banten, Dharma Saputra; dan Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan Kemnaker RI, Mustafa Sarinanto.

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#BP2MI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.