
BP2MI Sosialisasi Pencegahan TPPO, Empat Hal ini Perlu Diperhatikan

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengadakan sosialisasi terkait pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Hotel Balairung, Jakarta (12/06/2024).
Staf Ahli Muda BP3MI DKI Jakarta Adhitya Himawan menjelaskan bahwa ada empat hal cara yang dipakai para pelaku oknum TPPO untuk menjerat korban.
"Jeratan itu dari sisi kami ada empat, ada sisi konvensional dimana yang menjerat adalah calo," jelas Adhitya.
Adhitya menjelaskan calo biasanya menawarkan jalan pintas dan kemudahan agar calom pekerja migran Indonesia dapat bekerja di luar negeri dengan pembayaran yang sudah ditentukan.
"Ayo bapak lewat jalan tikus saja, bapak kasih saya sepuluh juta, terima beres, bapak bisa berangkat kesana," kata Adhitya mencontohkan.
Selain calo, TPPO bisa melalui propaganda media sosial, dimana segala sesuatu diputar balikkan seakan-akan benar akan tetapi padahal hal tersebut adalah salah.
"Banyak yang sering tertipu di media sosial, karena orang Indonesia ini lebih jujur ketika di media sosial dibandingkan di dunia nyata. Di dunia nyata ga berani ngomong, di media sosial jari-jarinya itu lebih harimau," jelas Adhitya.
Baca Juga: BP2MI Lakukan Sosialisasi Aturan Baru Pengiriman Barang PMI
Selanjutnya, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan institusi nakal juga salah satu tempat berpotensi terjadinya TPPO.
"Berbicara institusi ada LPK-LPK nakal, misalnya contoh P3MI pun ada juga yang nakal, ada yang kemudian menempatkan dengan cara unprosedural karena mendapatkan keuntungan yang lebih besar," jelasnya.
Modus-modus tersebut yang sering dipakai untuk menjerat oleh oknum-oknum TPPO.
Menurut Adhitya, hal yang seperti itu harus dikritisi dengan prosedur semudah itu misalnya dan modal semurah itu kemudian bisa mendapatkan pekerjaan di luar negeri.
Adhitya juga berpesan agar saling mengingatkan dan izin dari orang tua dan keluarga sebelum bekerja di luar negeri.
"Tanpa ada izin orang tua pemerintah tidak akan memberangkatkan teman-teman ke luar negeri," jelas Adhitya.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



