
BP3MI Riau identifikasi empat daerah pengiriman PMI ilegal

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Riau mengidentifikasi empat daerah di Riau diduga menjadi pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Malaysia.
Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu di Pekanbaru, Minggu mengatakan bahwa wilayah tersebut berada di Medang Kampai di Kota Dumai, Rupat di Kabupaten Bengkalis, Bagan Siapi-api di Rokan Hilir dan pesisir Indragiri Hilir.
“Kami sudah melakukan tracing dan penelusuran di beberapa daerah di semenanjung Riau yang berdekatan dengan Malaysia. Daerah-daerah tersebut kerap dijadikan lokasi pengiriman PMI secara ilegal,” katanya.
Untuk menekan angka pengiriman PMI ilegal, BP3MI Riau telah berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, Imigrasi, dan pemerintah daerah setempat. Termasuk dengan masyarakat dalam mengidentifikasi tempat penampungan ilegal PMI.
Baca Juga : Jaringan Penempatan PMI Ilegal Malaysia- Timur Tengah Terciduk di Tanjungpinang
Dia mengatakan banyaknya para PMI ilegal yang dideportasi dari Malaysia menunjukkan tingginya angka keberangkatan yang tidak resmi. Banyak yang berangkat hanya dengan paspor wisata, padahal untuk bekerja di luar negeri diperlukan dokumen dan persiapan tertentu.
Ia pun mengimbau kepada para masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran dari oknum yang menjanjikan proses keberangkatan cepat tanpa melalui prosedur resmi. "Jika mengikuti aturan pemerintah maka perlindungan bagi pekerja migran bisa dijamin 100 persen,” ujar Fanny.
Hal ini menjadi pembelajaran usai adanya kejadian pada 24 Januari, sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat, petugas Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) melakukan penembakan terhadap sebuah kapal di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia. Satu Warga Negara Indonesia meninggal dunia atas nama Basri berasal dari Riau.
Sementara untuk empat WNI yang menjadi korban luka-luka sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan sekarang kondisinya stabil. Kementrian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur memastikan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut serta memberikan pendampingan kekonsuleran dan hukum. *
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



