
Christina Aryani: Politeknik Swasta Punya Peran Kunci Cetak Migran Kompeten

VOICEINDONESIA.CO, Cikarang - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mendorong Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita) untuk berperan aktif dalam mencetak pekerja migran Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.
Hal tersebut disampaikan Christina saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II dan perayaan ulang tahun ketiga Pelita di Kampus Politeknik Industri ATMI Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/5/2025).
“Kami ingin menggandeng lebih banyak politeknik swasta agar bisa terlibat langsung menyiapkan calon pekerja migran yang tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kompetensi dan keterampilan yang unggul,” ujar Christina.
Baca Juga: PMI Sakit atau Kecelakaan di HongKong? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
Ia menambahkan, dengan penguatan kapasitas lulusan politeknik, para pekerja migran asal Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Christina, keterampilan teknis saja tidak cukup. Penguasaan bahasa asing menjadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan pasar kerja global, seperti Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara berbahasa Inggris.
“Silakan mulai dibuka kelas-kelas bahasa. Bahasa Jepang, Korea, atau Inggris sehingga siswa-siswinya sudah terbiasa belajar atau memiliki kompetensi bahasa tersebut,” kata dia.
Baca Juga: Enam Negara Favorit Pekerja Migran Jateng, Begini Alasannya
Ke depan, Kementerian P2MI juga akan menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dengan Pelita Indonesia untuk memberikan panduan kerja untuk bisa berkontribusi.
Ketua Umum Pelita Indonesia, Akhwanul Akhmal menyatakan pihaknya menyambut baik dorongan Wamen P2MI.
Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan visi dan misi Pelita dalam mewujudkan Indonesia maju melalui penciptaan SDM unggul.
“Saat ini, kami menaungi 98 politeknik swasta di berbagai daerah," terangnya.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



