VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Dideportasi Malaysia, 300 PMI Tiba di Nunukan

Afifah - VOICEIndonesia.co
Dideportasi Malaysia, 300 PMI Tiba di Nunukan
Dideportasi Malaysia, 300 PMI Tiba di Nunukan

VOICEINDONESIA.CO, Nunukan Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara melakukan penjemputan dan perlindungan terhadap 301 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia.

PMI tersebut tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, melalui jalur laut dari Tawau menggunakan dua kapal feri pada Kamis (12/2/2026).

Dilansir dari laman Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) rabu, (18/2/2026) ratusan PMI dipulangkan dari wilayah kerja KJRI Kota Kinabalu setelah sebelumnya menjalani masa penahanan di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Papar dan DTI Sandakan.

Baca Juga: Sampah Makanan Menunpuk, Pemerintah Siapkan Perpres Penyelamatan Pangan 

Setibanya di pelabuhan, mereka langsung menjalani pendataan serta pemeriksaan awal sebagai bagian dari layanan perlindungan terpadu.

“Kami memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia yang dideportasi tetap mendapatkan perlakuan yang manusiawi, pendampingan, serta ruang aman sebelum kembali ke kampung halaman. Perlindungan adalah komitmen kami,” jelas Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Andi M. Ichsan.

Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas deportan berasal dari wilayah timur Indonesia, dengan rincian asal daerah terbanyak dari Sulawesi Selatan (121 orang) dan Nusa Tenggara Timur (116 orang).

Kelompok ini didominasi oleh 194 laki-laki dewasa, 64 perempuan dewasa, serta 19 anak perempuan.

Persoalan dokumen menjadi pemicu utama deportasi kali ini.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Mudik di Pelabuhan, Menhub Pastikan Kesediaan Kapal 

Tercatat 103 orang masuk ke Malaysia secara ilegal, 89 orang lahir di Sabah tanpa dokumen resmi, dan 61 orang terkendala paspor atau izin tinggal yang habis masa berlakunya.

Namun, terdapat pula kasus hukum serius, di mana 39 orang terlibat kasus narkoba jenis sabu dan 3 orang terkait kriminal umum.

Andi M. Ichsan mengapresiasi sinergi antara instansi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga sosial yang memastikan proses pemulangan berjalan kondusif.

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat demi menjamin hak para pekerja migran.

"Sinergi ini menjadi kunci agar proses pemulangan berjalan dengan baik, aman, dan penuh rasa hormat. BP3MI Kalimantan Utara akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor demi memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia mendapatkan haknya untuk pulang dengan selamat," tambahnya.

Saat ini, para pekerja migran telah diarahkan ke Rumah Ramah Pekerja Migran Indonesia untuk pemulihan awal sebelum mereka diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing. (af/ri)

Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan  Baca Berita Lainnya di Google News 

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#Deportasi#malaysia#PMI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.