
Kemnaker kolaborasi dengan pemda untuk data ketenagakerjaan mutakhir

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan terus berkolaborasi melakukan pemadanan data ketenagakerjaan dengan beragam pihak termasuk pemerintah daerah untuk mewujudkan Satu Data Ketenagakerjaan yang mutakhir.
Dalam apel Kemnaker yang dipantau via daring dari Jakarta, Senin, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker Estiarty Haryani menjelaskan pihaknya sudah berkolaborasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas untuk pemanfaatan sistem data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
"Kolaborasi dan interoperabilitas Satu Data Ketenagakerjaan ini tidak hanya diujicobakan dengan Regsosek Bappenas. Namun juga dengan Barenbang melalui Pusdatik sudah mengujicobakan berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja," kata Kepala Barenbang Kemnaker Estiarty dalam kesempatan tersebut.
Baca Juga : Kemenkumham DIY Minta Masyarakat Waspadai Modus TPPO
Dia memberi contoh bagaimana Kemnaker sudah melakukan uji coba pemadanan data pencari kerja di Kota Salatiga, Jawa Tengah pada Januari-Mei 2024. Hasil uji coba memperlihatkan data pencari kerja baru ketika pemadanan di sistem SIAPKerja dengan Dinas Tenaga Kerja Salatiga dilakukan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Berdasarkan kolaborasi yang sudah dilakukan baik dengan Bapennas maupun Dinas Tenaga Kerja, Estiarty menekankan pentingnya memiliki data ketenagakerjaan yang berbasis NIK.
Dia menjelaskan bahwa data yang hanya berdasarkan agregat memiliki potensi menghasilkan informasi yang kurang tepat. Padahal data tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan.
"Oleh karena itu peran dan dukungan seluruh unit di Kementerian Ketenagakerjaan dan juga dinas di daerah selaku produsen data ketenagakerjaan untuk menghasilkan data ketenagakerjaan berbasis NIK menjadi sangat penting," cakapnya.
Dengan kolaborasi tersebut, dia mengatakan menghasilkan informasi yang lebih kaya dan mutakhir dalam mewujudkan Satu Data Ketenagakerjaan. (*)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



