
Kemnaker: Peta Jalan Ekonomi Perawatan Dukung Ketenagakerjaan Inklusif

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengharapkan keberadaan Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia 2025-2045 yang baru diluncurkan dapat mendorong mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan adil bagi seluruh warga negara, khususnya perempuan dan anak-anak.
"Saya meyakini road map ini bukan sekadar dokumen kebijakan statis namun ini perwujudan komitmen kita bersama, seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan masyarakat dan ekosistem ekonomi dan ketenagakerjaan yang inklusi, berkelanjutan dan adil bagi seluruh warga negara, khususnya perempuan dan anak-anak," kata Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Ekonomi Aris Wahyudi dalam peluncuran Peta Jalan Ekonomi Perawatan 2025-2045 di Jakarta, Kamis (28/03/2024)
Saat membacakan pidato Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dia mengatakan perwujudan dari Peta Jalan Ekonomi Perawatan atau road map care economy itu diperlukan untuk mempersiapkan Indonesia Emas pada 2045.
Peta jalan itu meliputi tujuh prioritas yang terkait dengan berbagai pekerjaan perawatan, yakni pertama mengembangkan pelayanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang mudah diakses, terjangkau dan berkualitas.
Baca Juga: Menaker: Program Pemagangan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang Untungkan Kedua Negara
Prioritas kedua memperkuat layanan perawatan orang lanjut usia dan perawatan jangka panjang.
Terdapat pula prioritas untuk meningkatkan layanan inklusif dan terpadu bagi penyandang disabilitas, orang dengan HIV, orang berkebutuhan khusus, penyintas kekerasan dan kelompok rentan lain.
Selain itu, diperlukan peningkatan akses yang lebih besar pada cuti hamil, memperbanyak keterlibatan laki-laki, termasuk cuti ayah, mengakui pekerjaan layak bagi pekerja perawatan dan menerapkan program perlindungan sosial untuk ekonomi perawatan.
"Atas nama Kementerian Ketenagakerjaan saya menyambut gembira sekaligus juga ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan sangat tinggi kepada seluruh pemangku kepentingan dan mitra pembangunan strategis atas tuntasnya penyusunan road map care economy 2025-2045," katanya.
Dokumen itu diluncurkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada hari ini, didukung oleh Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) dan kementerian serta lembaga lain.*
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



