VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Tingkat tenaga kerja lulusan Pelatihan Vokasi Nasional ditargetkan mencapai 70 persen, kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
Yassierli menyebut target itu sejalan dengan upaya pemerintah mentransformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP). Tujuannya agar pelatihan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan peluang lulusan memasuki dunia kerja, dengan target tingkat kebekerjaan lulusan pelatihan vokasi nasional mencapai 70 persen,” kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Ia menyatakan BPVP perlu dikelola sebagai pusat pelatihan berstandar tinggi dengan budaya belajar kuat dan jaringan alumni terintegrasi. Menurutnya, balai pelatihan harus memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat dan menjawab tantangan ketenagakerjaan.
Untuk memantau hasil pelatihan, Kemnaker akan menerapkan telusur alumni (tracer study) paling lambat dua bulan setelah pelatihan selesai. Mekanisme itu menelusuri rekam jejak alumni di pasar kerja sebagai bahan evaluasi.
Yassierli menambahkan Kemnaker mendorong model pelatihan yang melibatkan industri, pemerintah daerah, kawasan industri, dan badan usaha milik negara (BUMN). Lewat pendekatan Demand Driven, peserta berlatih sesuai kebutuhan industri sehingga peluang bekerja setelah pelatihan meningkat.
Selain itu, BPVP diarahkan memperluas layanan lewat pelatihan bagi penyandang disabilitas, Labor Productivity Clinics bagi industri menengah, dan Talent & Innovation Hub sebagai pusat inovasi.
“Jadi tidak hanya vokasi, di setiap balai nantinya akan ada Talent Innovation Hub, lengkap dengan pengantar kerja bagi disabilitas dan klinik produktivitas,” tutupnya.



























