
Kepala BP2MI Ingatkan PMI Tak Terlena Janji Penempatan LPK Nakal

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengingatkan kepada calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk berhati-hati dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) "nakal" yang menjanjikan penempatan meski bukan kewenangannya.
Ditemui usai acara pelepasan PMI ke Korea Selatan di Kantor BP2MI Jakarta, Senin (13/05/2024) Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan bahwa pihaknya sudah memantau dan memberikan peringatan kepada LPK yang menjanjikan penempatan untuk peserta pelatihan dalam promosinya.
"LPK silakan promosi tapi khusus hanya pelatihan, misalnya pelatihan bahasa ya bahasa apa, biaya pelatihan berapa, sekian jumlahnya. Tapi ini kan sudah menjanjikan misalnya bekerja ke negara penempatan, dan ini tidak boleh sehingga kita memberikan warning kepada pihak yang mengeluarkan izin," ujar Kepala BP2MI Benny.
Dia menjelaskan bahwa jika pihak LPK yang menerima peringatan masih terus melakukan promosi menjanjikan penempatan, maka pihaknya akan merekomendasikan pencabutan izin.
Jika praktik tersebut masih berlanjut, maka terdapat potensi pemidanaan bagi para pelaku.
Baca Juga: Heboh, Muncul Petisi untuk Penghentian Pemburuan Pekerja Migran
"Langkah tegas negara ini harus karena yang dirugikan LPK nakal itu, karena LPK baik ini banyak juga, tidak hanya PMI-nya tapi juga pelaku-pelaku penempatan resmi itu merasa dirugikan oleh kehadiran LPK nakal," ujarnya.
Benny mengatakan bahwa untuk penempatan melalui skema kerja sama antar pemerintah atau government to government (G to G) penempatan diputuskan oleh para pemberi kerja di negara-negara tersebut.
Secara khusus dia memberikan contoh kasus dalam penempatan ke Korea Selatan lewat skema G to G, peserta yang sudah lulus ujian Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean (EPS TOPIK) tidak langsung otomatis dikirim tapi menunggu keputusan dari pemberi kerja.
"Ini urusan kompetensi kalian mampu atau tidak lulus dalam EPS atau skill, itu pun belum tentu terbang ke Korea," jelas Benny.*
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



