
KJRI Cape Town Dampingi ABK Yang Alami Depresi di Afrika Selatan

VOICEIndonesia.co,Jakarta - KJRI Cape Town bertindak cepat dalam upaya mendampingi Anak Buah Kapal (ABK) asal Tegal yang mengalami depresi, halusinasi, dan berteriak-teriak di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, saat mengurus izin berlayar kembali (sign on) bersama kru kapal Fukuseki Maru 1.
Menurut KJRI Cape Town dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, pendampingan tersebut diberikan KJRI usai menerima panggilan mendesak dari kepala imigrasi pelabuhan, Muneefah Abrahams.
Abrahams menyampaikan bahwa seorang ABK Warga Negara Indonesia berinisial MK berbicara sendiri mengenai agama, negara, pemilu, ayah, ibu, dan nenek moyang keturunannya.
Baca Juga : Pelaut Indonesia di Cape Town Telah Gunakan Hak Suara dalam Pemilu 2024
MK juga berteriak menyatakan tubuhnya sakit sehingga menyebabkan kepanikan petugas pihak imigrasi pelabuhan. Akibatnya ia tidak mendapat izin berlayar dan dikembalikan ke kapal untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
Segera setelah menerima panggilan dari otoritas imigrasi pelabuhan itu, KJRI Cape Town pun segera bertindak cepat mendampingi MK, dan membawanya ke klinik kesehatan mental di Akeso Milnerton Clinic Milpark Centre Cape Town untuk mendapatkan pemeriksaan dokter psikiater.
Guna meringankan beban mentalnya, KJRI Cape Town juga memfasilitasi video call antara MK dengan keluarganya di Indonesia.
Melalui video call yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, pihak keluarga mengharapkan dukungan KJRI Cape Town untuk dapat memfasilitasi kepulangan MK ke Indonesia.
Baca Juga : Sosialisasi Pemilu 2024, KJRI Cape Town Upayakan KPU Fasilitasi Lokasi Terpencil
KJRI Cape Town mengatakan kondisi depresi MK diduga dipicu oleh kabar duka tentang ibunya yang meninggal beberapa saat sebelum dia kembali bekerja ke kapal berbendera Jepang tersebut.
Namun, berdasarkan kunjungan Konsul Protokol dan Konsuler KJRI Cape Town, Faiez Maulana beserta staf pada Kamis (8/2), kondisi MK sudah terlihat membaik.
Kendati KJRI Cape Town telah memberikan bantuan moril dan membawakan barang-barang khas Indonesia yang dia inginkan, MK menyatakan ingin segera kembali ke Tanah Air agar dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.
KJRI Cape Town berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, baik agen di Cape Town dan di Indonesia maupun pemilik kapal di Jepang, guna memastikan MK mendapatkan penanganan terbaik, termasuk mengenai kepulangannya ke kampung halamannya tanpa melanggar kontrak kerja. (*)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



