
Lantik 255 Kawan PMI, Benny Rhamdani Sebut Tiga Kejahatan yang Harus Dihadapi

Jakarta – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melantik 255 Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) di hotel Fours Points, Makassar, Sabtu (5/08/23).
Dengan adanya Kawan PMI di Sulawesi, Benny mengatakan agar dapat memerangi sindikat penempatan PMI ilegal.
“Kawan PMI yang dikukuhkan hari ini terdiri dari Kawan PMI Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Tugas kalian adalah melakukan edukasi,sosialisasi dan pendampingan secara masif,” ungkap Benny Rhamdani.
Hal ini diharapkan agar calon PMI dan keluarganya tidak diperlakukan secara sewenang-wenang.
Dalam hal ini, Benny mengungkapkan bawa ada tiga kejahatan yang harus dihadapi.
“Pertama, adalah mengubah mindset. Kedua, melawan sindikat penempatan ilegal (TPPO) dan ketiga kita sedang berhadapan dengan praktek ijon rente. Kita hentikan mata rantai rentenir dengan melahirkan KUR PMI dan KTA,” ungkap Benny.
Komitmen senada juga hadir dari Kepolisian Republik Indonesia. Mewakili Kapolri, Wakapolda Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Chuzaini Patoppoi, mengatakan Polri akan mendukung dan bersinergi Kawan PMI dalam kerja-kerja di lapangan.
Melalui Satgas TPPO, pihaknya tidak akan toleran terhadap praktek kejahatan kemanusiaan yang terjadi melalui penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal.
"Selamat untuk Bapak dan Ibu yang baru saja dilantik. Kehadiran Kawan PMI menjadi mitra kami dalam tugas-tugas di lapangan. Bagi institusi Polri kejahatan perdagangan orang tidak boleh dibiarkan. Tak ada kompromi, termasuk memberikan sanksi kepada anggota Polri yang melanggar aturan. Bermain atau ikut terlibat dalam penempatan ilegal pekerja migran Indonesia," tutur Brigjen Pol. Chuzaini.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, drg. Hj. Hasnah Syam, saat memberi sambutan mengapresiasi kehadiran Kawan PMI.
Tidak hanya itu, Hasnah mengingatkan agar Kawan PMI bekerja dengan mengendepankan integritasnya. Usaha pencegahan penempatan ilegal pekerja migran Indonesia juga mendapat dukungan DPR secara kelembagaan.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



