
Menlu RI: Sanggar Bimbingan penuhi hak pendidikan anak PMI di Malaysia

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan bahwa lembaga pendidikan Sanggar Bimbingan yang dijalankan secara swadaya memastikan hak pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia terpenuhi.
Menlu menjelaskan, Sanggar Bimbingan tersebut didirikan untuk memberikan pendidikan dasar bagi anak PMI dan juga untuk mempersiapkan anak-anak yang pulang ke Indonesia melanjutkan pendidikan di tanah air.
“Pendidikan adalah salah satu isu penting yang menjadi bahasan kerja sama dengan Malaysia, khususnya akses pendidikan bagi anak-anak PMI kita,” ucap Retno, sebagaimana pernyataan pers terkait kunjungan kerja ke Malaysia, Rabu (03/07/2024).
Retno mengaku, dirinya telah bertemu dengan sekitar 150 siswa Sanggar Bimbingan begitu tiba di Kuala Lumpur, Selasa (2/7), mengawali kunjungan kerjanya di Malaysia.
Baca Juga: Pansel Pimpinan Baznas Jakarta Disoal, Peserta Sebut Proses Tidak Transparan dan Berpihak
Terdapat sedikitnya 57 Sanggar Bimbingan yang tersebar di seantero Semanjung Malaysia yang terbuka bagi anak-anak PMI, kata dia.
Oleh karena itu, pendidikan tetap akan menjadi salah satu prioritas dalam isu pelindungan WNI dan diplomasi Indonesia di Malaysia. Retno juga menegaskan pentingnya menjamin akses pendidikan bagi anak-anak PMI, termasuk melalui fasilitas Sanggar Bimbingan.
“Dalam pertemuan dengan anak-anak (Sanggar Bimbingan), saya juga sampaikan bahwa negara akan terus berusaha hadir, memberikan bantuan dan perlindungan bagi mereka,” kata Retno.
Diketahui, sejumlah Sanggar Bimbingan di Malaysia telah bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur untuk memastikan peserta sanggar mendapat nomor induk siswa nasional, sehingga dapat meneruskan pendidikan di Indonesia dengan lancar.
Sanggar Bimbingan untuk anak-anak PMI di Malaysia juga menjadi tujuan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) praktik mengajar oleh sejumlah mahasiswa Indonesia, seperti yang dilakukan para mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto awal tahun ini.
Sementara itu, sejumlah isu lain yang dibahas dalam kunjungan kerja Retno ke Malaysia di antaranya terkait kesepakatan garis perbatasan, kerja sama penanganan TPPO, persoalan Myanmar, dan dukungan terhadap Palestina. Menlu juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap keketuaan Malaysia di ASEAN tahun depan.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



