
Menteri Karding Dorong Kemudahan Prosedur Pemeriksaan Kesehatan Bagi CPMI

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, melakukan rapat koordinasi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Senin (23/12).
Pada rapat ini, Karding menyampaikan permintaan terkait penempatan tenaga kesehatan ke luar negeri dan kemudahan prosedur pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia.
Karding menyampaikan, ia ingin persyaratan kesehatan lebih mudah dan dapat menyesuaikan dengan negara-negara lain. “Jika negara lain hanya mensyaratkan kolesterol dan asam urat, kita ikuti saja dan tidak usah ditambah-tambahkan,” ujar Karding.
Penyiapan calon Pekerja Migran Indonesia dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes), lanjut Karding, juga perlu dilakukan untuk memenuhi permintaan yang masuk dengan menyesuaikan job order. Karding memberikan contoh penempatan tenaga kesehatan di Jepang dan Jerman yang dikenal dengan gaji yang tinggi.
Baca Juga : Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga CPMI Non Prosedural ke Kamboja
Selain itu, Karding mengatakan saat ini menggratiskan biaya pemeriksaan kesehatan belum memungkinkan untuk dilakukan karena akan membebani Kemenkes. “Kita cari standar yang paling bawah dan paling murah yang kira-kira tidak terlalu membebani para calon pekerja migran. Nanti kita cari model pembiayaan untuk pemberangkatan,” katanya.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, turut memaparkan perbincangan yang diangkat saat rapat. “Terkait penempatan pekerja migran Indonesia, kita akan lihat apa yang bisa dipermudah dari sisi regulasi. Saya harap kerja sama ini dapat meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran,” ujar Budi. *
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



