
Koperasi Bisa Jadi Wadah Pemberdayaan Ekonomi Pekerja Migran

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Mukhtarudin menyatakan nilai-nilai kebersamaan dan kemandirian yang menjadi roh koperasi sejalan dengan semangat pemberdayaan pekerja migran Indonesia beserta keluarganya.
"Koperasi adalah pilar ketahanan ekonomi bangsa yang berlandaskan asas kekeluargaan. Kita ingin memastikan ikatan kolektif ini juga menjadi wadah bagi para pekerja migran kita, agar sekembalinya ke tanah air, mereka memiliki ekosistem ekonomi yang kuat, produktif, dan mampu menopang kesejahteraan keluarga menuju Indonesia Emas," ujarnya.
Semangat kolektif ini sejalan dengan misi KP2MI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas bagi para purna Pekerja Migran agar mampu berdikari di tanah air. KP2MI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan lintas sektor lainnya demi mengintegrasikan potensi koperasi dalam program perlindungan serta pemberdayaan ekonomi bagi komunitas pekerja migran di seluruh Indonesia.
Dalam pidato utamanya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian nasional melalui penguatan ekonomi kerakyatan yang dimulai dari desa.
"Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia," tegas Presiden Prabowo di depan ribuan insan koperasi yang memadati Indonesia Arena.
Puncak Harkopnas ke-79 yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" ini dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



