
Migrant Care Jember Cegah Ekstremisme Calon PMI Melalui Desbumi

VOICEINDONESIA.CO, Jember - Migrant Care Jember mencegah ekstremisme berbasis kekerasan calon pekerja migran Indonesia (PMI) melalui komunitas Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) dan perangkat desa, serta perangkat daerah dalam kegiatan diskusi yang digelar di salah satu hotel Jember, Jawa Timur.
"Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat sebanyak 94 pekerja migran Indonesia terpapar ekstremisme pada tahun 2023 dan sebanyak 11 orang per 1 Januari hingga 27 Agustus 2024," kata Project Manager Migrant Care Mulyadi di Jember, Jumat (22/11/2024).
Dilansir dari ANTARA, data BNPT juga menyebut bahwa secara demografis terdapat 117 pekerja migran Indonesia yang dideportasi karena diduga terpapar ekstremisme kekerasan yang tersebar dari berbagai provinsi yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Aceh, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
Baca Juga: Pemerintah upayakan pulangkan WNI di luar negeri terlibat judi daring
"Mereka tersebar di berbagai negara tujuan di antaranya Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan beberapa negara tertentu. Sebagian besar mereka yang terpapar ekstremisme berbasis kekerasan melalui media sosial," tuturnya.
Koordinator Wilayah Migrant Care Jember Bambang Teguh Karyanto mengatakan pihaknya juga sudah melakukan penelitian kepada para purnapekerja migran di Kabupaten Jember selama empat tahun terakhir terkait dengan ekstremisme berbasis kekerasan.
"Kami menemukan fakta-fakta bahwa ada purnapekerja migran yang terindikasi radikalisme di Jember, bahkan framing rekrutmen menjadi pekerja migran Indonesia dengan hal-hal ideologis seperti masuk surga dengan idiom keagamaan tertentu juga ditemukan," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya gencar melakukan sosialisasi melalui program INKLUSI Migrant Care dengan menggandeng banyak pihak untuk memitigasi agar calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri tidak mudah terpapar ekstremisme.
Baca Juga: 687 WNA terjaring operasi Jagratara pada November 2024
"Perlu formulasi khusus untuk melakukan mitigasi dan rehabilitasi kepada pekerja migran agar tidak terpapar radikalisme yang mengarah pada terorisme, bahkan Migrant Care sudah punya modul untuk bisa digunakan sosialisasi dalam pencegahan ekstremisme itu.
Bambang mengatakan dengan tegas bahwa perlu kolaborasi semua pihak untuk melakukan mitigasi kepada calon pekerja migran Indonesia, sehingga meningkatnya pemahaman dan cara mencegahnya di masyarakat mengenai bahaya ekstremisme kekerasan.*
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



