
Peluang Kerja Sektor Pertanian di Taiwan Bakal Dibuka, BP2MI Tekan Skema SP2T

VoiceIndonesia.co - Dalam pertemuan bilateral antara Otoritas Taiwan dengan Kepala BP2MI di Taiwan menghasilkan kabar gembira.
Pasalnya, kedua negara tesebut mendapatkan kesepakatan untuk membuka peluang sektor kerja di bidang pertanian.
Pada kesempatan tersebut Benny bertemu dengan Otortitas Taiwan yang diwakili Ministry of Labor (MoL), dipimpin oleh Meng-Liang Chai.
"Kami mengharapkan segera direalisasikan sektor pertanian, dan harapan kami pekerja migran dari Indonesia dapat mengisi sektor tersebut," kata Chai, dilansir dari laman BP2MI, Selasa, 26 September 2023.
Sistem sekarang ini sedang dikembangkan untuk mengoneksikan antara Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) dan sistem Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) (Online Endorsement - KDEI Taipei).
“Saya menyambut baik inisiasi pembukaan sektor pertanian di Taiwan, dan kami menggaransi akan menyiapkan kompetensi para calon pekerja migran Indonesia sesuai yang dibutuhkan,” tegas Benny.
Namun, BP2MI meminta kepada Otoritas Taiwan untuk memberikan atensi terhadap praktik jual beli pekerjaan dan overcharging (biaya berlebih).
📖 Baca Juga ↗Pengawas Ketenagakerjaan, Miliki Peran Penting Penegakan Hukum“Kami memiliki perhatian penuh terhadap kejahatan jual beli job dan overcharging yang merugikan para pekerja migran Indonesia. Oleh karena itu, harapan kami, selain dibuka untuk skema Private to Private (P to P) atau skema swasta melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), sektor pertanian lebih baik bila melalui skema Special Placement Program to Taiwan (SP2T),” tegas Benny.
Benny juga menegaskan bila skema penempatan melalui SP2T seperti layaknya skema Government to Government (G to G), karena disiapkan oleh BP2MI, maka proses penyiapannya akan lebih cepat dan tidak akan membebani pekerja migran.
Seluruh beban dan biaya proses penempatan ditanggung oleh pemberi kerja dan pekerja migran Indonesia pun dipastikan akan lebih terlindungi.
“Saya mengharapkan skema penempatan sektor pertanian yang nanti akan dibuka justru lebih menekankan pada skema SP2T daripada skema P to P,” pungkas Benny.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



