
Pembangunan Ketenagakerjaan di Sulbar Terkendala Rendahnya Pendidikan

VOICEIndonesia.co,Mamuju - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar, Junda Maulana menyatakan pembangunan sektor ketenagakerjaan di daerah itu terkendala rendahnya pendidikan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja setempat.
"Rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan serta produktivitas tenaga kerja itu menjadi perhatian dari Pemprov Sulbar, dan akan segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasinya," katanya di di Mamuju, Kamis.
Ia menjelaskan, dari sisi pendidikan, sebagian besar atau 44,53 persen tenaga kerja di provinsi tersebut berpendidikan sekolah dasar (SD), dan hanya 11,45 persen yang berpendidikan tinggi atau S1.
Baca Juga : Kemnaker : Kepatuhan Budaya K3, Pengaruhi Reputasi Perusahaan
"Dengan kondisi tersebut, maka kualitas tenaga kerja di Sulbar masih rendah, dan hal ini juga menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah daerah dalam melakukan pendidikan sektor ketenagakerjaan," ujarnya.
Terkait pekerjaan tenaga kerja yang berpendidikan rendah, menurut dia, sebagian besar bekerja di sektor informal, seperti pedagang kaki lima, pedagang asongan, pekerjaan rumah (asisten rumah tangga), tukang ojek, pengemudi dan pemulung.
Baca Juga : Kementerian Luar Negeri Berhasil Upayakan Keadilan Bagi PMI Asal NTT Adelia Lisao
Ia juga menyatakan, penduduk Sulbar yang masih cenderung bergerak pada bentuk pekerjaan yang kurang produktif menjadi tantangan pembangunan di tengah perkembangan ekonomi digital yang berbasis teknologi.
"Pekerjaan nantinya akan banyak yang hilang dan tergantikan dengan pekerjaan berbasis 'high skill', apalagi era digitalisasi yang semakin berkembang, sehingga sektor ketenagakerjaan harus terus dibangun," katanya
Ia menyampaikan, pemerintah akan terus meningkatkan sumber daya manusia melalui program pembangunan yang diharapkan bisa menyiapkan tenaga kerja yang lebih terampil dan berpendidikan tinggi.
"Tujuan pembangunan itu telah dituangkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Sulbar 2024, agar terjadi peningkatan sektor ketenagakerjaan Sulbar," katanya. (*)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



