
Pemkot Depok memfasilitasi peluang kerja di luar negeri

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, akan memfasilitasi masyarakat untuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri,
"Kami telah bekerjasama dengan lembaga penyalur tenaga kerja dalam penempatan kerja ke luar negeri melalui skema penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI)," kata Fitriawan, di Depok, Jumat.
Menurut dia, pemerintah juga sudah berkomitmen untuk melindungi PMI sebagai pemenuhan hak baik sebelum, saat, dan setelah bekerja di luar negeri.
"Peluang kerja di luar negeri sangat besar seperti ke Jepang, Korea Selatan maupun Singapura, baik untuk menempati sektor kesehatan, manufaktur, kesenian, dan bidang lainnya," katanya.
Baca Juga : Disperinaker Trenggalek imbau warga tidak tergiur iming-iming PMI nonprosedural
Dengan memanfaatkan kesempatan tersebut, ungkap Fitriawan, tentunya dapat mengurangi angka pengangguran di Kota Depok. Mengingat, saat ini pertumbuhan angkatan kerja lebih cepat dibandingkan kesempatan kerja yang tersedia.
Fitriawan menjelaskan, saat ini Pemkot Depok telah memiliki program pelatihan bahasa Jepang. Melalui program tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok memfasilitasi pelatihan tersebut, agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, kompetensi budaya Jepang, dan bahasa Jepang sebelum mengikuti pemagangan.
"Harapannya, dengan mengikuti pelatihan dapat semakin meningkat kompetensinya. Dengan begitu dapat mengikuti pemagangan atau bekerja di luar negeri dengan baik dan lancar," kata Fitriawan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok Sidik Mulyono mengingatkan agar para pencari tenaga kerja memahami mekanisme kerja di luar negeri, mekanisme siap kerja untuk pencari kerja dan informasi terkait bekerja di luar negeri.
"Para pencari kerja dapat memiliki pemahaman lebih khususnya untuk bekerja di luar negeri, serta prosedur dan mekanisme penempatan dan perlindungan pekerja migran sesuai peraturan yang berlaku," katanya.
Ia mengatakan peluang kerja di luar negeri lebih besar, karena sejumlah negara maju mengalami defisit demografi. Sehingga membutuhkan tenaga bantuan. Apalagi tenaga kerja Indonesia yang terkenal sebagai pekerja yang ulet dan rajin. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



