
PMI Sektor Fishing di Korea Selatan Banyak yang Kabur, BP2MI Usulkan Pelatihan
VoiceIndonesia.co, Angan - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengusulkan adanya pelatihan selama satu bulan untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di sektor fishing sebelum diberangkatkan ke Korea Selatan.
Hal tersebut dikarenakan banyaknya PMI yang di sektor fishing banyak yang kabur dan menjadi ilegal karena tidak terbiasa dengan kehidupan di laut.
“Bagaimana bisa pekerja migran hanya diuji secara bahasa saja saat proses bekerja, tapi tidak diuji kemampuannya untuk bekerja di sektor fishing. Di mana mereka mungkin belum memiliki cukup pengalaman dan tidak terbiasa hidup di laut, karena tinggal di daerah pegunungan misalnya,” kata Benny Rhamdani.
Dalam menanggapi hal tersebut Benny Rhamdani berkoordinasi dengan HRD di Korea Selatan.
📖 Baca Juga ↗Pemerintah Korea Selatan Beri Pemulangan Sukarela Tuk PMI Nonprosedural"Inilah salah satu yang akan kami bicarakan dengan HRD Korea dalam kunjungan kerja ini," ujar Benny Rhamdani di Korea Selatan, Minggu, 8 Oktober 2023.
Saat berdiskusi dengan PMI yang bergabung dalam Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Indonesia di Masjid Sirothol Mustaqim Ansan, Benny berharap agar PMI senior di Korea Selatan bisa membantu untuk pelatihan bahasa.
Menurut Benny, PMI yang bekerja di Korea Selatan memiliki kekurangan dari sisi bahasa sehingga terkendala saat bekerja.
"Saya mendorong pembentukan Lembaga Pelatihan Bahasa di Korea Selatan bagi para Pekerja Migran Indonesia. Saya berharap Pekerja migran ‘senior’ dan Forkomasi dapat membantu mewujudkan ini, sehingga Pekerja Migran Indonesia dapat meningkatkan kemampuan bahasanya,” papar Benny.
Benny menjelaskan, Pemerintah saat ini terus memperbaiki tata kelola penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia, namun Pemerintah butuh dukungan dari masyarakat, khususnya Pekerja Migran Indonesia.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



