
Kemnaker Gandeng Huawei Selaraskan Pendidikan Vokasi dengan Industri Digital

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) resmi menjalin kerja sama dengan PT Huawei Tech Investment untuk menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri digital. Perjanjian kerja sama bidang pendidikan, pengembangan kompetensi, dan pemberdayaan SDM tersebut ditandatangani pada Selasa (23/6/2026) di Jakarta.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menegaskan kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret menerjemahkan kesepahaman yang sudah dibangun antara Kemnaker dan Huawei ke level satuan pendidikan.
"Ilmu yang diajarkan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pendidikan vokasi menekankan kemampuan untuk mengerjakan, mempraktikkan, dan menghasilkan," kata Cris, Rabu (24/6/2026).
Kerja sama mencakup tiga ruang lingkup utama. Di bidang pendidikan, Huawei akan terlibat sebagai dosen praktisi dalam kuliah umum, membantu penyelarasan kurikulum, serta menyediakan sarana praktik bagi mahasiswa.
Di bidang pengembangan kompetensi, dosen akan mengikuti program Training to Trainer dari ICT Academy Huawei agar bisa memperbarui dan mentransfer pengetahuan teknologi terkini kepada mahasiswa. Di bidang pemberdayaan SDM, Huawei membuka akses magang, informasi lowongan kerja, dan campus hiring bagi mahasiswa Polteknaker.
"Ini merupakan tindak lanjut operasional dari kesepahaman yang telah dibangun antara Kemnaker dan Huawei. Apa yang telah disepakati di tingkat kementerian sebagai arah besar, kini diterjemahkan menjadi langkah konkret di tingkat satuan pendidikan melalui program-program yang langsung menyentuh dosen dan mahasiswa," kata Cris.
Polteknaker merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Ketengakerjaan (Kemnaker) dengan program studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Relasi Industri, dan Manajemen SDM. Cris menegaskan pengembangan kompetensi SDM harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang menentukan daya saing bangsa di masa depan.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.


