
Prabowo Klaim Kesejahteraan Petani Meningkat, Ini Indikatornya

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mewujudkan kemakmuran bagi petani, nelayan, dan buruh. Kebangkitan ekonomi nasional diharapkan dimulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten sehingga perputaran uang dapat tetap berada di daerah.
"Kita akan buat petani, nelayan, buruh makmur. Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten, dan uangnya akan tinggal di desa. Kita akan balikkan, sekarang ekonomi akan turun ke rakyat," tegasnya.
Prabowo juga mengungkapkan gagasan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih telah lama muncul dalam benaknya sejak puluhan tahun lalu ketika masih bertugas sebagai prajurit TNI di berbagai wilayah pedesaan. Ia menyaksikan langsung masyarakat yang hidup dalam kemiskinan bahkan kelaparan.
"Saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena makan saya terbatas untuk kompi saya," jelasnya.
Dari pengalaman tersebut, Prabowo meyakini pembangunan Indonesia harus dimulai dari penguatan desa. Koperasi menjadi salah satu instrumen yang paling tepat untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa, termasuk memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir berbunga tinggi.
"Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia," tegas Prabowo.
Jumlah 81 ribu Kopdes Merah Putih disesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan di Indonesia. Puncak peringatan Harkopnas ke-79 ini juga menjadi momentum dimulainya tahap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya".
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak masyarakat meninggalkan budaya caci maki, dengki, dan saling curiga. Ia menegaskan tidak ada keberhasilan yang dapat dicapai melalui pertikaian karena seluruh rakyat Indonesia merupakan satu keluarga.
"Mari kita bersatu, mari kita gotong royong, mari kita kerja sama. Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga," ujarnya.
"Tidak ada keberhasilan dengan bertikaian. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga," pungkasnya.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



