VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Rusia Incar Lulusan SMK Indonesia, Gaji Tembus 200 Ribu Rubel!

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Rusia Incar Lulusan SMK Indonesia, Gaji Tembus 200 Ribu Rubel!
Rusia Incar Lulusan SMK Indonesia, Gaji Tembus 200 Ribu Rubel!
VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Tolchenov, beserta perwakilan raksasa aluminium dunia RUSAL, Alexey B. Mirskiy, di Kantor KP2MI, Jakarta Selatan, Senin 26 Januari 2026. Pertemuan strategis ini membuahkan kesepakatan besar mengenai pengiriman tenaga kerja profesional dan terampil asal Indonesia ke Rusia. Menteri Mukhtarudin menyambut antusias rencana RUSAL yang ingin menjaring 50 lulusan SMK terpilih untuk masuk dalam program pengembangan high-skill. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret kementerian dalam mendongkrak daya saing global tenaga kerja lokal melalui kemitraan internasional. Mukhtarudin menegaskan bahwa visi ini sejalan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto bagi kementerian baru tersebut dalam mengelola siklus kerja migran secara menyeluruh. “Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman Pekerja Migran dari sektor informal yang tidak mempunyai keterampilan ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi (middle to high skill). Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, sementara Rusia mengalami Aging Pupulation dan Rusia adalah mitra yang yang baik untuk kerjasama bidang ketenagakerjaan, apalagi sudah 75 tahun Indonesia sudah menjalin hubungan bilateral” ujar Menteri Mukhtarudin. Pihak RUSAL melalui Alexey Mirsky memaparkan bahwa 50 lulusan SMK terbaik Indonesia akan diberikan beasiswa berupa satu tahun pelatihan bahasa dan satu tahun pemantapan teknis di bidang konstruksi, permesinan, material, transportasi, hingga energi. "Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun, di sektor welder misalnya jika mereka mencapai grade 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200.000 Rubel" jelas Alexei. Skema kerja sama ini juga mencakup transfer pengetahuan yang unik, di mana 25 peserta akan berkarier di Rusia, sedangkan 25 lainnya akan dipulangkan untuk memperkuat proyek strategis atau kantor perwakilan Rusia di Indonesia, termasuk pada fasilitas pengilangan masa depan. Menanggapi hal tersebut, Menteri Mukhtarudin memastikan pihaknya akan melakukan sinkronisasi kurikulum teknis agar standar kompetensi Indonesia selaras dengan sistem peringkat di Rusia. “Kami akan menyiapkan Pekerja Migran terbaik yang sehat jasmani dan rohani serta memiliki dasar teknis yang kuat," imbuh Menteri Mukhtarudin. Ia juga menambahkan bahwa kementeriannya akan berkolaborasi lintas sektor bersama kementerian terkait guna memastikan para pekerja yang kembali ke tanah air langsung terserap dalam proyek strategis nasional. "Saat ini kami sudah memiliki MoU dengan 12 kementerian, termasuk BUMN, dan dalam waktu dekat akan memperluas jangkauan ke sektor investasi dan hilirisasi untuk mengawal proyek-proyek strategis tanah air," beber Menteri Mukhtarudin. Kerja sama yang ditargetkan mulai melakukan rekrutmen sebelum Mei 2026 ini menjadi bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong gerakan "SMK Go Global".

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#indonesia#KP2MI#menteri Mukhtarudin#pekerja migran indonesia#rusia#SMK Go Global
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.