
SBMI Lombok Tengah Kawal CPMI Gagal Berangkat ke Luar Negeri

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta -Sejumlah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dari Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, melaporkan dugaan penipuan oleh seorang calo bernama Irwan alias Supardi ke ke Mapolres Lombok Tengah, pada Senin, (20/01/2025).
Irwan, yang mengaku sebagai Kepala Cabang PT Cahaya Lombok, diduga menipu korban dengan menjanjikan keberangkatan kerja ke luar negeri dalam waktu dua minggu melalui modus “visa ready”.
Salah satu korban, Khairi Ismi, mengungkapkan bahwa ia bersama teman-temannya percaya pada janji Irwan karena pria tersebut mengaku sebagai kepala cabang PT Cahaya Lombok dan memasang spanduk perusahaan itu di rumahnya.
Baca Juga: Prabowo Harap Ada Investigasi Penembakan WNI di Malaysia
“Kami percaya karena penampilannya meyakinkan, dan ia menjanjikan keberangkatan segera. Akhirnya kami menyerahkan uang puluhan juta sebagai biaya pemberangkatan,” ujarnya, dilansir dari laman SBMI, Jumat, (31/1/2025).
Namun, janji tersebut tak pernah terpenuhi. Hingga kini, Irwan terus menghindar dengan berbagai alasan, bahkan sulit ditemui. Khairi dan rekan-rekannya telah mencoba menyelesaikan persoalan ini melalui mediasi dengan pemerintah desa, tetapi tetap tidak membuahkan hasil.
“Kami hanya ingin uang kami kembali, karena itu hasil pinjaman yang harus kami lunasi,” tambahnya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Migran Indonesia (DPC) SBMI Lombok Tengah, Saleh Hambali, SH., yang mendampingi para korban, meminta aparat kepolisian segera menangani kasus ini dengan serius. Menurutnya, modus serupa sudah sering terjadi di masyarakat dan merugikan banyak orang.
Baca Juga: Tiga CPMI Non Prosedural Gagal Berangkat ke Malaysia
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Para pelaku yang memberangkatkan CPMI secara ilegal harus dihentikan karena berisiko tinggi, apalagi negara-negara Timur Tengah masih dalam masa moratorium untuk pengiriman PMI sejak 2015,” tegas Saleh.
Saleh juga menekankan pentingnya sosialisasi dari Dinas Tenaga Kerja hingga ke tingkat desa agar masyarakat tidak mudah terjebak oleh bujuk rayu calo.
"Minimnya edukasi menjadi kendala utama. Kami berharap pemerintah lebih aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka tidak tertipu lagi,” jelasnya.
Melalui pendampingan dari SBMI Lombok Tengah, para korban berharap kasus ini segera ditangani dan uang yang telah diserahkan bisa kembali. Mereka juga berharap keadilan ditegakkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



