
Tahun Depan, KP2MI Minta Anggaran Rp1,3 Triliun ke DPR

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp1,3 triliun dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, (9/7/2025).
Penambahan anggaran untuk memperkuat program penempatan dan pelindungan pekerja Indonesia di luar negeri.
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menjelaskan, pagu indikatif KemenP2MI saat ini Rp285 miliar.
Dari jumlah tersebut, sekitar 92 persen atau lebih dari Rp200 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai dan dukungan operasional.
Sedangkan anggaran khusus untuk pelindungan, penempatan, dan pemberdayaan pekerja migran, kata dia, hanya sekitar Rp2 miliar.
“Memang relatif sangat kecil untuk program pelindungan dan penempatan. Karena itu, kami sudah rapat dengan Komisi IX dan prinsipnya mereka mendukung penambahan Rp1,3 triliun,” ujar Karding.
Menurutnya, jika tambahan anggaran disetujui, alokasi terbesar akan digunakan untuk memperkuat program penempatan pekerja migran Indonesia lebih serius lagi, dengan peningkatan kualitas keterampilan.
“Kami ingin mendorong penempatan pekerja migran yang lebih terampil, agar bisa mengurangi pengangguran dalam negeri dan membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
Selain penempatan, KP2MI juga fokus pada penguatan infrastruktur pelindungan, peningkatan pelatihan, serta pembangunan tata kelola dan layanan yang lebih efisien, mudah, dan murah.
Untuk target ke depannya, Menteri Karding mengungkapkan jumlah penempatan pekerja migran diharapkan naik dari 297 ribu menjadi 400 ribu.
Namun, ia mengakui target tersebut bisa saja disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama ketersediaan permintaan kerja di negara tujuan.
Menteri Karding menyebut KemenP2MI akan memaksimalkan kolaborasi dengan kampus, kementerian/lembaga lain, serta sekolah-sekolah untuk meningkatkan layanan, termasuk sistem informasi perlindungan dan penempatan.
“Kami akan memaksimalkan peran digital supaya banyak layanan bisa diakses lebih cepat, termasuk pelindungan, penempatan, dan perbaikan sistem data,” kata Menteri Karding.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



