
Tak Sesuai Perjanjian Kerja, PMI di Taiwan Kembali ke Indonesia

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan karena perjanjian kerja tidak sesuai.
Sponsor awalnya menjanjikan bahwa PMI akan bekerja menjaga mesin di pabrik plastik.
Namun kenyataannya, PMI malah bekerja untuk mengangkut biji plastik yang beratnya 25 kilo.
"Surat kerjanya bener di pabrik plastik cuman disana itu ada tiap harinya itu nuangain biji plastik yang dituangin itu satu karungnya 25 kilo itu sebanyak 80 karung lebih. Perjanjian kerjanya kan ga gitu. Menjaga dua sampai tiga mesin," jelas PMI, dikutip dari YouTube Faisal Soh, Jumat (13/9/2024).
Untuk biaya pembiayaan penempatan, PMI mengeluarkan Rp70 juta lebih.
Baca Juga: Baznas Dirikan Fasilitas Kesehatan Gratis di Tanjungpinang
"Totalnya 63 diluar paspor, total 70 lebih," ungkap PMI.
Usai protes, pihak penerjemah menyarankan untuk menandatangani surat pemulangan dengan alasan memiliki masalah pribadi.
"Langsung dibawa ke mess agency hari itu juga," ujar PMI.
Baca Juga: Miris! PMI asal NTB Disiksa Hingga Masuk RS, Diduga jadi Korban TPPO
PMI juga sebelumnya meminjam uang untuk biaya ke Taiwan.
"Udah minjem duit banyak totalnya ada 100 juta," kata PMI.
Kemudian saat ini PMI sudah mendapatkan biaya pengembalian Rp46 juta.
Faisal Koh menjelaskan bahwa biaya penempatan tidak dibayar total karena PMI menandatangi pernyataan bahwa PMI memiliki permasalahan pribadi.
"Karena putus kontraknya itu tanda tangan dia saya ingin pulang karena masalah pribadi," jelas Faisal Soh.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



