VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Terungkap, Susanti Diduga Dijebak untuk Mengaku sebagai Pembunuh

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co
Terungkap, Susanti Diduga Dijebak untuk Mengaku sebagai Pembunuh
Terungkap, Susanti Diduga Dijebak untuk Mengaku sebagai Pembunuh

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Informasi mengejutkan terungkap dalam kasus Susanti yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Ketua Umum Persatuan Buruh Migran Bobi Anwar Ma'arif mengungkapkan bahwa Susanti diduga dijebak untuk mengaku sebagai pembunuh.

"Berdasar informasi yang kami terima dari keluarga, Susanti itu dijebak untuk memberikan pengakuan," ungkap Bobi pada VOICEINDONESIA.CO, Selasa (13/5/2025).

Bobi menjelaskan kronologi bagaimana Susanti terjebak dalam situasi yang merugikan dirinya. Keterbatasan bahasa menjadi faktor utama yang dimanfaatkan dalam proses interogasi oleh pihak kepolisian Arab Saudi.

📖 Baca Juga ↗Denda Rp120 Miliar Jadi Kendala Bebaskan Susanti Dari Tuntutan Hukuman Mati

"Pada saat itu, Susanti itu masih belum pinter bahasa Arabnya. Yang pinter itu seniornya, temannya dia orang NTB satu majikan," jelasnya.

Menurut keterangan Bobi, rekan kerja Susanti yang berasal dari NTB tersebut diminta oleh pihak kepolisian untuk menjadi penerjemah. Namun, bukannya membantu Susanti, rekan tersebut justru menjadi perantara untuk membujuk Susanti mengaku bersalah.

"Seniornya diminta oleh Polda Dawadmi untuk menyampaikan bahwa kalau Susanti mengaku, nanti akan dipercepat proses hukumnya. Dengan janji manis itu, Susanti terpengaruh," paparnya.

📖 Baca Juga ↗Nasib Susanti di Ujung Tanduk: Presiden Prabowo Jadi Harapan Terakhir

Bobi menambahkan bahwa komunikasi langsung antara Susanti dengan pihak kepolisian tidak memungkinkan karena keterbatasan bahasa.

"Karena kalau polisi langsung berkomunikasi dengan Susanti, Susanti belum pinter bahasa Arab. Jadi harus melalui orang yang sudah pinter bahasa Arab, yaitu seniornya yang dari NTB," terangnya.

Yang memprihatinkan, pihak KBRI melalui Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri telah mencoba mencari PMI yang menjadi penerjemah tersebut untuk mengklarifikasi kejadian sebenarnya, namun tidak berhasil.

"Orang ini ketika dicari oleh Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu, ini juga tidak ketemu. Katanya sudah bekerja di Malaysia dan tidak pulang-pulang. Nah ini yang jadi persoalan," tutup Bobi dengan nada prihatin.

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.