
Waspada! Kamboja Bukan Negara Tujuan Resmi Pekerja Indonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, menegaskan bahwa Kamboja bukan merupakan negara tujuan penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Pemerintah secara tegas tidak akan mengirimkan tenaga kerja ke negara-negara yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan dan hak-hak warga negara.
Penegasan tersebut disampaikan Christina usai menghadiri Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Tekan Pengangguran di Banten, DPR Dorong Pendidikan Link and Match dengan IndustriIa menjelaskan bahwa setiap penentuan negara tujuan dilakukan melalui proses pemetaan risiko yang sangat ketat, serta harus didukung oleh sistem hukum ketenagakerjaan yang memadai di negara bersangkutan.
“Kamboja bukan negara penempatan. Pemerintah tidak menempatkan pekerja migran ke sana. Prinsip utama kami adalah pelindungan, jadi tidak mungkin kami mengirim warga ke negara yang berpotensi membahayakan mereka,” ujar Christina.
Christina menambahkan bahwa syarat mutlak bagi negara penempatan adalah adanya regulasi ketenagakerjaan yang baik, kerja sama resmi melalui MoU dengan Indonesia, serta jaminan perlindungan sosial seperti asuransi.
Baca Juga: Penggabungan Tiga Perusahaan Rampung, Pertamina Resmikan Subholding DownstreamKebijakan ini diambil guna memastikan setiap PMI yang berangkat melalui jalur prosedural mendapatkan kepastian kerja yang bermartabat.
Meski menutup pintu untuk negara berisiko, pemerintah terus memperluas peluang kerja di negara lain yang lebih aman.
Kawasan seperti Jepang, Korea Selatan, Timur Tengah, hingga Eropa Timur kini menjadi fokus utama. Salah satu peluang signifikan tahun ini datang dari Turki yang diproyeksikan membutuhkan hingga 40.000 pekerja, khususnya di sektor hospitality.
Dengan kebijakan penempatan yang selektif ini, Kementerian P2MI berharap masyarakat tidak tergiur oleh tawaran kerja ilegal ke negara-negara non-prosedural seperti Kamboja. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakam “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



