
20 Non-PMI yang Pulang ke Surabaya Dikarantina di Hotel dengan Biaya Sendiri
SURABAYA,AKUUPDATE.ID - Pemkot Surabaya menyiapkan tempat karantina bagi warga yang pulang dari luar negeri. Terutama bagi mereka yang bukan Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tempat karantina di Surabaya ada dua macam. Yakni bagi PMI dan non-PMI.
"Yang PMI sudah ditampung di Asrama Haji oleh provinsi, dalam 1x24 jam akan di PCR. Kalau negatif akan dikembalikan ke masing-masing daerah," kata Eri saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Rabu (28/4).
Baca Juga : 44 PMI Asal Pamekasan Pulang ke Indonsia Langsung Isolasi di Surabaya
Melangsir dari Detik.com, PMI akan menjalani karantina di Asrama Haji selama 2 hari. Lalu dilakukan swab PCR oleh Pemprov Jatim. Jika hasilnya sudah negatif, kemudian mereka dijemput oleh daerah masing-masing untuk dikarantina selama 3 hari.
Sedangkan untuk PMI asal Surabaya tetap di Asrama Haji hingga 5 hari. Warga non PMI juga dicek terlebih dahulu di bandara dengan rapid antigen. Setelah dinyatakan negatif, lalu dibawa ke hotel yang sudah disediakan untuk dikarantina dengan biaya masing-masing.
"Ada 3 hotel sementara ini. Tapi jumlahnya cukup lah untuk yang luar negeri. Karena hari ini juga belum terisi semuanya. Karena yang PMI sudah kita taruh di Asrama Haji. Ini orang dari luar negeri bukan dari PMI yang kita taruh di hotel. Karantina 5 hari, setelah itu di PCR kalau dia negatif baru boleh pulang," katanya.
Baca Juga : Ratusan PMI yang Pulang ke Jatim Dikarantina
Bagi warga Surabaya, lanjut Eri, tetap dipilah di imigrasi bandara. Pemkot Surabaya juga menyiapkan tim gabungan untuk membawa warga non-PMI ke hotel yang sudah disediakan.
"Keluar bandara sudah ada pemeriksaan antigen. Kita sudah siapkan tim gabungan kita. Terutama Linmas di sana. Jadi kita langsung arahkan ke hotel-hotel yang sudah kita sediakan. Nanti dia memilih sendiri," tuturnya.
Hingga Selasa (27/4), Eri menyebut, ada 20 warga Surabaya non-PMI yang dikarantina di hotel. "Kemarin laporannya ada sekitar 20an. Ada yang di Hotel Shangri-La, Hotel Harris yang non-PMI. Yang PMI ditaruh di Asrama Haji semuanya," ujarnya. (*)
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
