VOICEINDONESIA.CO, New Delhi – Pemerintah India melarang penempatan pelautnya di kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz setelah dua pelaut India tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut dalam tiga hari terakhir. Perintah ini dikeluarkan Direktorat Jenderal Perkapalan India pada Rabu (15/7/2026) malam waktu setempat.
Direktorat Jenderal Perkapalan selaku otoritas maritim tertinggi India memerintahkan pemilik kapal, pengelola kapal, dan perusahaan perekrutan untuk menghindari penempatan pelaut India di kapal-kapal yang melintas melalui Selat Hormuz. Insiden-insiden terbaru yang melibatkan penyerangan terhadap kapal dagang dinilai meningkatkan risiko yang dihadapi para pelaut secara signifikan.
Pertempuran yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir memperuncing ketegangan di Timur Tengah terutama di Selat Hormuz. Iran menutup selat tersebut dan mengancam akan terus menargetkan kapal-kapal yang melintas tanpa izin Teheran.
Selat Hormuz merupakan jalur transit sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan penutupannya terus mengguncang pasar energi global. India yang merupakan salah satu importir minyak terbesar dunia sangat bergantung pada kelancaran pelayaran di jalur strategis tersebut.



























