
BP2MI Nunukan Lakukan Pencegahan PMI Non-Prosesural Masuk Melalui Sebatik
JAKARTA,AKUUPDATE.ID - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan melakukan pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang datang menggunakan kapal KM Thalia dari Pare-pare menuju Nunukan yang tiba pukul 7.00 WITA pagi, Senin (20/9)
Kepala UPT BP2MI Nunukan, AKBP F.J. Ginting, yang langsung turun ke lapangan menyebutkan, "Tim UPT BP2MI Nunukan bersama Polres Nunukan mengadakan pemeriksaan identitas penumpang yang datang dari Sulawesi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah PMI masuk ke Malaysia secara non-prosedural.
Diketahui setelah kapal KM Thalia yang bersandar pukul 7.30 WITA pagi di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, tim UPT BP2MI Nunukan bersama Polres bersiap untuk melaksanakan pemeriksaan identitas penumpang yang turun dari kapal.
Baca Juga : Data RSDC Wisma Atlet Pademangan ada 4.940 PMI Dikarantina
Lebih lanjut, Jaya Ginting mengatakan setelah penumpang semua sudah diperiksa oleh petugas, terdapat 30 orang identitas KTP Sulawesi dan dibawa ke kantor UPT BP2MI Nunukan untuk didalami lebih lanjut serta diperiksa oleh petugas UPT BP2MI Nunukan di kantor UPT BP2MI Nunukan.
Baca Juga : BP2MI Gelar FGD Bersama Kemnaker di Bogor
"Dari 30 orang yang diwawancara oleh petugas UPT BP2MI Nunukan, terdapat sembilan orang terindikasi ingin berangkat ke Malaysia melalui Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang melintasi dari Pelabuan Tradisional Haji Putri menuju Bambangan dan seterusnya melewati Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik dengan rincian laki-laki dewasa 4 orang, perempuan dewasa 2 orang, dan anak laki-laki 3 orang. Mereka yang ingin masuk ini ber-KTP Sulawesi," ujar F. Jaya Ginting.
Selanjutnya, kesembilan orang tersebut diserahterimakan ke pihak Polres melalui Kasat Reskrim, Marhadiansyah, untuk pemeriksaan lebih lebih lanjut. (*)
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
