VOICE Indonesia
News

Skandal Korupsi Eks Pejabat BGN, DPR Desak Rombak Tata Kelola MBG

Afifah - VOICEIndonesia.co04 Juni 2026 pukul 22.42 WIB
Suasana aktivitas pekerja dalam proses penyiapan dan distribusi makanan bergizi di dapur umum program MBG
Suasana aktivitas pekerja dalam proses penyiapan dan distribusi makanan bergizi di dapur umum program MBG
Iklan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendesak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Naniek S. Deyang, untuk segera melakukan reformasi birokrasi total dan membangun sistem pencegahan berlapis di internal lembaga.

Langkah ini dinilai krusial guna mengembalikan kepercayaan publik dan menutup celah rasuah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak mandek pada penangkapan para tersangka saja.

Iklan

“Pekerjaan utama Kepala BGN yang baru adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan membangun sistem MBG yang antikorupsi. Kalau sistemnya dibenahi, manfaat program ini akan semakin dirasakan masyarakat dan tujuan besarnya untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dapat tercapai,” ujar pria yang akrab disapa Gus Abduh di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Tuntutan dari politisi Fraksi PKB ini mencuat sebagai respons atas langkah cepat Kejaksaan Agung yang menjebloskan tiga mantan pimpinan BGN ke dalam sel tahanan, termasuk eks Kepala BGN Dadan Hindayana.

Para tersangka terbukti memanipulasi sistem verifikasi untuk meloloskan yayasan-yayasan fiktif bermasalah milik afiliasi mereka sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang merugikan negara hingga miliaran rupiah per hari.

Abduh, yang juga merupakan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, menegaskan bahwa skandal korupsi pengadaan motor listrik dan kemitraan di awal berdirinya BGN ini harus menjadi tamparan keras bagi pemerintah.

Ia mengingatkan agar momentum perombakan struktur organisasi yang dilakukan oleh Presiden tidak hanya menjadi formalitas pergantian figur semata tanpa adanya perbaikan sistemik yang fundamental.

“Jangan sampai pergantian pimpinan hanya mengganti orang tanpa memperbaiki sistem. Yang harus dibangun adalah tata kelola yang transparan, akuntabel, dan dapat diawasi secara terbuka,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI tersebut.

Sebagai solusi konkret, Abduh mengusulkan agar BGN segera mengadopsi dan mengintegrasikan sistem digitalisasi berbasis real time.

Iklan

Melalui keterbukaan data elektronik ini, masyarakat luas dapat memantau langsung arus penggunaan anggaran, rekam jejak capaian mitra pelaksana, hingga rantai pasok distribusi makanan di lapangan demi mempersempit ruang gerak para makelar proyek.

“Transparansi adalah salah satu cara paling efektif untuk menutup ruang penyimpangan. Ketika data dan informasi dapat diakses publik, peluang terjadinya manipulasi akan semakin kecil karena pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat,” jelasnya memaparkan pentingnya kontrol publik.

Selain digitalisasi, Abduh juga meminta manajemen baru BGN membuang jauh-jauh sikap antikritik dan bersikap lebih akomodatif terhadap masukan objektif dari media, akademisi, maupun elemen masyarakat sipil.

Segala bentuk umpan balik (dan evaluasi) berbasis data di lapangan justru harus diposisikan sebagai instrumen mitigasi risiko untuk memperbaiki performa program nasional ini secara berkala.

“Tidak boleh lagi ada sikap defensif terhadap kritik yang disampaikan masyarakat, akademisi, media, maupun pihak terkait lainnya. Justru dari kritik yang objektif itulah BGN dapat mengidentifikasi masalah dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” tutur Abduh.

Pada akhir keterangannya, Gus Abduh menyarankan agar pimpinan baru BGN segera menggandeng lembaga penegak hukum eksternal sejak fase perencanaan anggaran demi menggaransi program investasi masa depan anak bangsa ini berjalan bersih dari hulu ke hilir.

“Pelibatan Kejaksaan Agung dan KPK penting untuk memastikan pengawasan berjalan dari hulu hingga hilir. Program MBG merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa sehingga harus dijaga dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” kata Abduh. (af)

Pilihan Redaksi

Diduga Tipu Calon Pekerja Migran, Lembaga Pelatihan Kerja di Cirebon DisegelPekerja Migran Indonesia

Diduga Tipu Calon Pekerja Migran, Lembaga Pelatihan Kerja di Cirebon Disegel

Afifah·04 June 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#News

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

News

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->-->