News

DPR Dukung Langkah BGN Moratorium SPPG, Fokus Keamanan Pangan

Afifah - VOICEIndonesia.co08 Juni 2026 pukul 10.59 WIB
Aktivitas penyediaan makanan bergizi dalam program MBG sebagai bagian dari percepatan pembangunan dapur pelayanan gizi di berbagai daerah 3T di Indonesia.
Aktivitas penyediaan makanan bergizi dalam program MBG sebagai bagian dari percepatan pembangunan dapur pelayanan gizi di berbagai daerah 3T di Indonesia.
Iklan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendukung penuh langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang melakukan pengereman atau moratorium pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru. 

Langkah penataan ulang (refocusing) ini dinilai sangat bijaksana untuk menggeser orientasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari yang semula mengejar kuantitas jangkauan, kini berbalik fokus pada mutu dan keamanan pangan.

Iklan
Temukan lebih banyak
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis
Peta

"Moratorium pembangunan dapur baru patut didukung sebagai kesempatan bagi BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program," kata Charles di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Charles memaparkan, kebijakan pembatasan ekspansi ini harus dijadikan momentum emas bagi BGN untuk membenahi Prosedur Operasional Standar (SOP) di lapangan dan mendongkrak kapasitas SDM pengelola. 

DPR RI mendesak badan tersebut mengaudit ketat seluruh dapur yang telanjur beroperasi agar lolos standar higienitas tertinggi, sehingga insiden kontaminasi atau keracunan makanan dapat dicegah sedini mungkin.

Di tengah kondisi APBN yang sedang menghadapi tekanan berat, parlemen menilai pembatasan anggaran ekspansi fisik dapur terpusat merupakan tindakan yang bertanggung jawab. 

Komisi IX DPR RI juga sepakat bahwa penerima manfaat MBG harus dikerucutkan secara selektif berbasis kebutuhan riil medis, bukan diposisikan sebagai program universal bagi seluruh anak tanpa memandang status ekonomi.

"Kami juga menilai langkah refocusing penerima manfaat merupakan kebijakan yang rasional dan berbasis kebutuhan," kata politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Menurut Charles, prioritas alokasi makanan bergizi gratis wajib ditujukan secara presisi kepada kelompok rentan biologi dan ekonomi. 

Iklan

Kluster tersebut mencakup bayi di bawah lima tahun (balita), anak-anak sekolah dari keluarga miskin, ibu hamil, ibu menyusui, serta kantong-kantong daerah yang memiliki prevalensi kasus kekerdilan (stunting) dan gizi buruk yang tinggi.

"Dengan demikian, anggaran negara dapat difokuskan untuk menghasilkan dampak perbaikan gizi yang nyata dan terukur," ucap Charles menerangkan alasan Komisi IX DPR RI mendukung penajaman sasaran penerima manfaat tersebut.

Lebih jauh, parlemen mengusulkan agar BGN memanfaatkan masa jeda ini untuk mengubah cetak biru (blueprint) penyediaan makanan.

DPR mendorong transformasi radikal dari sistem dapur SPPG terpusat yang padat biaya logistik, beralih ke model dapur berbasis sekolah (school-based kitchen) dengan memanfaatkan fasilitas kantin sekolah yang sudah tersedia.

"Pendekatan school-based kitchen juga lebih sejalan dengan tujuan utama MBG sebagai intervensi gizi. Sekolah dapat berperan lebih aktif dalam memastikan kualitas makanan, edukasi gizi, serta pemantauan kondisi peserta didik yang menjadi sasaran program," ujar Charles menjabarkan efisiensi pengawasan jalur distribusi makanan.

Menutup pernyataannya, Komisi IX menegaskan bahwa raport keberhasilan program akbar ini sama sekali tidak diukur dari megahnya infrastruktur atau jutaan kotak makanan yang dibagikan. 

Indikator kesuksesan mutlak dinilai dari grafik penurunan angka gizi buruk di daerah dan lahirnya generasi baru Indonesia yang sehat.

"Oleh karena itu, langkah moratorium, penajaman sasaran penerima manfaat, dan penguatan kualitas layanan yang saat ini ditempuh BGN layak mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan," kata Charles. (af)

Pilihan Redaksi

Revisi UU Ketenagakerjaan Kembali Berpotensi MolorNasional

Revisi UU Ketenagakerjaan Kembali Berpotensi Molor

Sintia Nur Afifah·07 June 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#News

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

News

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->